Harga Tanah di Yogyakarta – dan wilayah sekitarnya terus mengalami peningkatan yang tajam, bahkan bisa mencapai angka fantastis dari kisaran Rp1,5 juta per meter hingga mencapai Rp 25 juta per meter.

Pada wilayah pusat kota seperti Malioboro, harga tanah yang ditawarkan sudah mencapai lebih dari Rp 25 juta per meter, dan pada wilayah yang lebih pinggir, seperti Kota Gede berkisar Rp 1,5 juta per meter,” ujar salah satu Peneliti dan pengamat lahan yang ada di yogyakarta.

Menurut peneliti tersebut, tingginya harga tanah tidak mengurangi minat para pembeli, baik itu investor perumahan maupun pembeli pribadi. Hal itu terbukti dengan masih maraknya pembangunan fisik di sepanjang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Tingginya harga tanah di Yogyakarta yang masih terus bertumbuh, menunjukkan besarnya permintaan akan tanah di kawasan tersebut.Harga Tanah di Yogyakarta Peneliti tersebut menyebutkan, kedua penyebab tingginya harga tanah di Yogyakarta adalah yang pertama, Yogyakarta dan wilayah sekitarnya adalah kawasan yang cukup menarik untuk tempat tinggal. Kesan sebagai wilayah yang nyaman dengan usia harapan hidup yang tinggi, menjadikan kawasan Yogyakarta sebagai pilihan favorit untuk bertempat tinggal.

Selain faktor kenyamanan, faktor fasilitas hidup, terutama pendidikan, dapat menjadi motivasi lain. Faktor kenangan masa lalu juga dapat menjadi pemicu, ketika banyak dari mereka yang pernah bersekolah di Yogya akhirnya menginginkan anak-anaknya bersekolah juga di kota ini, sekaligus menghabiskan hari tua setelah pensiun nanti.

Untuk faktor kedua, sebagai akibat dari daya tarik yang tinggi sebagai tempat tinggal, kawasan ini akhirnya menarik juga secara bisnis. Pada kawasan yang nyaman dan rekreatif, bertumbuh industri kuliner besar yang muncul dan hilang silih berganti. Selain itu, industri jasa sebagai penunjang juga berkembang dengan pesat, seperti jasa laundry, cuci mobil, potong rambut, hiburan dan sebagainya.

Diluar itu, industri yang secara tradisional menjadi unggulan seperti pariwisata dan pendidikan juga bertumbuh kian pesat. Karena itu, aktivitas permukiman dan bisnis tersebut meniscayakan adanya tanah sebagai lahan beraktivitas. Hal ini menyebabkan tingginya permintaan akan tanah yang memicu melambungnya harga beli dan sewa tanah. Pada level ini, tanah bukan lagi hanya sebagai faktor produksi, namun sudah merupakan komoditas yang diperdagangkan.

Maka tidak heran, pertumbuhan harga tanah juga menggila. Mungkin hingga lebih 30 persen per tahun. Hal ini mengindikasikan, tingginya pertumbuhan harga bukan hanya karena permintaan. Namun juga ulah spekulan yang berharap mengambil keuntungan besar dari bisnis tanah. Jadi, dapat disimpulkan harga tanah di yogyakarta akan semakin naik dari hari kehari.

Baca Juga : 

Perkiraan Harga Tanah di Jambi -Dengan adanya pembangunan dari pemerntah di Bandara Muara Bungo di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo secara tidak langsung meningkatkan perekonomian warga sekitar. Meski  pekerjaan itu belum selesai dibangun dan difungsikan, tetapi warga mulai menikmati tingginya harga tanah di sekitar kawasan bandara udara tersebut,pasarnya harga di kawasan tersbut sudah melonjak hingga 400 persen dari harga sebelumnya.

Salah Seorang warga Sungai Buluh yang tak jauh tempat tinggalnya dan dekat dengan bandara mengatakan, bahwasanya  sejak adanya wacana pembangunan Bandara Muara Bungo, membuat para pengembang dari kota maupun dari luar kota jambi sudah berduyun-duyun datang ke kawsan itu untuk melihat tanah dan lahan kosong yang ada disekitar kawasan tersebut. Tanah warga yang berada di seputaran bandara pun banyak yang minat dan banyak yang sudah menawar dengan harga mahal. Harganya naik sejak adanya pembangunan bandaraBandara Muara Bungo di Desa Sungai BuluhLaki-laki yang sudah satu tahun membuka usaha bengkel di depan lokasi bandara ini menceritakan, tanah warga ukuran 15×15 meter, 15×20 meter yang dulunya dijual dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, kini harganya melonjak menjadi Rp 40-50 juta. Dia juga menambahkan, harga tanah di Sungai Buluh, yang dulunya hanya merupakan daerah tranmigrasi ini dan sama sekali tidak diminati oleh para pengembang kini mendadak diminati banyak orang, terutama para pengusaha.

Tanah yang ada di depan jalan masuk ke bandara seluas satu hektare sudah ada yang berani menawar dengan harga Rp 800 juta, namun pemiliknya tidak mau menjualnya. Pemilik mau menjual dengan harga Rp 1 miliar, imbuhnya.

Ia mengaku tidak tahu pasti akan digunakan untuk apa tanah di seputaran bandara tersebut. Namun dia mengakui, meroketnya harga tanah dikarenakan banyak warga yang datang menanyakan untuk membeli tanah-tanah yang ada di seputaran bandara tersebut. Yang kedepannya akan dibangun pusat perbisnisan seperti hotel, mall dan pusat pembelanjaan.

Nah, jadi apabila ada yang mempunyai tanah/lahan kosong disekitar kawasan yang akan dibangun infrastruktur diharapkan untuk jangan menjual tanah tersbut dahulu karena kemungkinan lahan/ tanah kosong anda akan menjadi lebih berharga dari sebelumnya.

Baca Juga : 

Harga Tanah di Balikpapan SelangitMaraknya pengembangan yang terjadi beberapa akahit tahun ini di kota Kalimantan Timur ini tak pelak ikut “mengerek” harga lahan ke level paling tinggi. Saat ini, harga lahan di kota Balik Papan berada pada posisi Rp 15 juta-Rp 18 juta per meter persegi.

Menurut salah satu pemgembang yang ikut membangun di kota Balikpapan ini, harga lahan “selangit” itu terjadi di kawasan premium kota yakni di sepanjang jalur Jendral Sudirman. “Sebetulnya pencapaian ini wajar saja mengingat di Jl Jend Sudirman merupakan pusat bisnis dan pemerintahan di kota balikpapan. Selain itu, aktifitas pembangunan fisik yang dilakukan sejumlah pengembang atas proyek baru mereka ikut mendongkrak nilai jual lahan tersebut.Harga Tanah di Balikpapan Selangit Yang melanjutkan, tingginya harga menyebabkan kelangkaan transaksi. Tak ada pihak yang mau melepas atau menjual aset lahan dan properti mereka. Kalau pun misalnya ada yang mau melepaskan lahan atau tanahnya tersebut, pastilah nilainya sudah melebihi asking price atau selangit dan bukan harga normal

Kawasan MT Haryono yang terdapat di kota Balik Papan menempati posisi kedua dengan harga lahan mencapai kisaran Rp 6 juta-8 juta/m2. Angka ini diproyeksikan akan terus bergerak naik jika Ciputra Development, salah sata pengembang terbesar di Indonesia memulai realisasi proyek superblok terbaru mereka yakni CitraCity Balikpapan di atas lahan seluas 9 ha. Saat Ciputra mengakuisisi Bukit Damai Indah pada 2007 silam, harga lahan di sini masih berkisar antara Rp 1,5 juta-Rp 2 juta/m2. Ini artinya pertumbuhannya nyaris enam ratus persen dan berdampak terhadap harga jual properti di atasnya yang sudah dipatok pada kisaran Rp 5 miliar-Rp 8 miliar per unit.

Harga lahan “paling bersahabat” mungkin masih bisa ditemui di kawasan DOME (Jl Ruhuy Rahayu dan Jl Syarifuddin Yoes) yakni Rp 4 jutaan/m2. Kendati terbilang rendah, patut diwaspadai potensi kenaikannya saat CBD Balikpapan beroperasi pada 2016 nanti.

Jadi, bagi anda yang ingin menjadi pengembang dan masih bingung dengan lahan mana yang akan dibeli.. boleh dicoab untuk melihat lahan di kota Balik Papan di Kalimantan karena masih tergolong dengan harga yang murah dan masih banyak prospek kedepan yang harus dilakukan untuk memajukan daerah tersebut.

 Baca Juga : 

Faktor yang dapat Menentukan Nilai Tanah  – Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi  nilai suatu lahan atau tanah di suatu daerah. Oleh sebab itu, jika anda ingin membeli suatu lahan kosong atau tanah kosong, anda wajib memperhatikan faktor-faktornya terlebih dahulu. Karena jika anda salah langkah dan membelinya, maka dana atau modal anda kemungkinan akan tertanam dilahan tersebut.

Dibawah ini, akan kami coba berikan beberapa Contoh Faktor yang dapat menentukan nilai tanah anda apakah berharga atau hanya menjadi lahan kosong dan dibiarkan menjadi semak-belukar. Mari kita intip sedikit mengenai faktor-faktor tersebut

1.Faktor ekonomiFaktor ekonomiFaktor yang pertama adalah Faktor ekonomi yang sangat berhubungan dengan keadaan umum ekonomi lokal, regional, nasional dan internasional yang terdapat di daerah atau kawasan lahan tersebut. Variabel permintaan (demand) meliputi tingkat pekerjaan, upah rata-rata, tingkat pendapatan dan kekuatan pembelian, ketersediaan keuangan, ketertarikan dan biaya transaksi itu semua merupakan faktor yang berhubungan dengan ekonomi yang dapat menentukan nilai tanah di kawasan tersebut. Contoh : jika kita memberli sebuah lahan di dareha yang ekonominya kurang maju serta pendapatan dan  tingkat kehidupan masyarakatnya sangat rendah, maka otomatis nilai tanah didaerah tersebut akan sulit untuk naik karena tidak adanya pembangunan di kawasan tersebut.

2.Faktor sosial.

Faktor kedua adalah Faktor sosial yang membantu menerangkan pola penggunaan tanah dan juga permintaan serta harga tanah. Gengsi digunakan sebagai salah satu alasan untuk memilih suatu lokasi mendirikan pemukiman, tempat usaha, pabrik dan lain-lain. Hal ini dapat menyebabkan pelanggaran perubahan bahkan pelanggaran penggunaan tanah yang pada akhirnya mempengaruhi nilai tanah.

3.Faktor peraturan

Faktor ketiga adalah faktor pemerintahan dan politik. Kebijaksanaan peraturan dan kebijakan pemerintahan dan politik dapat juga meningkatkan atau menurunkan nilai tanah di kawasan . Kebijaksanaan yang baik dari pemerintah cenderung mendukung efisiensi perkembangan dan penggunaan tanah di kawasan  tersebut serta dapat membantu perekonomian dari kawasan itu.

4.Faktor fisik, lingkungan dan lokasi

Dan Faktor terakhir adalah Faktor fisik dari lahan tersebut juga mempengaruhi nilai harga dari lahan tersebut. Hal itu disebabkan fisik dari lahan tersebut menunjukkan biaya dan kegunaan dari lahan tersebut.

Nah, itu lah beberapa faktor yang dapat menentukan nilai tanah. Jadi, jika anda ingin membeli suatu lahan atau tanah, harap diperhatikan faktor-faktor diatas.

 Baca Juga : 

Pertumbuhan Harga Tanah Batam paling Tinggi – Menurut Survei properti residensial Bank Indonesia yang menyatakan bahwa kenaikan harga tanah di Batam, Kepulauan Riau, tepatnya di Inti Kota atau pusat perbelanjaan di Kota Batam tercatat paling tinggi se-Indonesia secara tahunan sepanjang tahun 2016. Pertumbuhan harga tanah di kota Batam pada periode tersebut mencapai sebesar 17,77%.

Selain Kota Batam, adapaun kota lain yang juga mengalami kenaikan adalah kota Makassar juga tercatat mengalami pertumbuhan harga tanah tertinggi kedua, dimana pada periode tersebut harga tanah di Makassar mengalami kenaikan sebesar 13,12%. Sementara kenaikan harga tanah terendah terjadi di Serpong,NTT dengan angka 1,38%.

Bank Indonesia menjelaskan, secara umum harga tanah residensial mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga tanah residensial secara tahunan tercatat hanya sebesar 4,62%. Angka tersebut melambat dibandingkan 5,46 persen pada dua tahun terakhir ini.BatamDilihat berdasarkan tipe tanah, kenaikan harga tanah terendah terjadi pada tanah atau lahan yang luas yakni 3,10%. Sementara tanah dengan tipe yang lebih sempit mengalami kenaikan harga paling tinggi 6,80%. Berdasarkan wilayah, sementara kenaikan harga tanah tertinggi terjadi di Batam 17,77% dan Makassar 13,12%.

Demikian halnya dengan kinerja harga tanah residensial secara triwulanan. Pada triwulan IV-2016 indeks harga tanah residensial berada pada level 190,02 atau tumbuh tipis hanya 0,73%. Catatan ini melambat 0,99% dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Secara triwulanan, perlambatan harga tertinggi terjadi pada tanah yang tipe luas. Hasil survei mengindikasikan kenaikan harga terjadi pada semua tipe tanah atau lahan dengan pergerakan terendah pada lahan atau tanah tipe luas yakni 0,38%.

Dibandingkan tipe lainnya, tanah dengan tipe sempit mengalami kenaikan harga tertinggi yakni 1,04% secara triwulanan. Berdasarkan wilayah, Medan mengalami peningkatan harga tertinggi yaitu sebesar 3,21% secara kuartalan diikuti Bandar Lampung 2,38%. Kedua kota tersebut mengalami kenaikan harga tertinggi untuk tanah dengan tipe sempit, masing-masing sebesar 4,23% dan 6,55%. Sementara itu, kenaikan harga tanah terendah terjadi di kota Pontianak  hanya sebesanr 0,21%.

Demikian sebagian dari artikel yang kami berikan kepada anda mengenai masalah kenaikan harga tanah di wilayah Indonesia.Jadi dapat kita simpukan bahwa selama tahun 2016, Pertumbuhan Harga Tanah Batam paling Tinggi. Tunggu lagi update lanjutan informasinya ya. Terima Kasih sudah berkunjung di website kami, semoga bermanfaat.

Baca Juga :