Cara Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Cara Pembuatan Akta Jual Beli Tanah – Akta Jual Beli merupakan dokumen yang membuktikan adanya peralihan ha katas tanah dari pemilik sebagai penjual kepada pembeli sebagai pemilik baru. Utuk preisipnya jual beli tanah bersifat terang dan tunai yaitu yang dilakukan di hadapan pejabat pembuatan akta tanah (PPAT) dan harganya telah dibayar lunas. Jika harga tanah jual beli tanah belum dibayar lunas, maka pembuatan AJB belum dapat dilaksanakan.

Sebeum anda membeli taau menjual tanah atau bangunan adalah dengan mendatangi PPAT.  Secara hukum perairan ha katas tanah wajib dilakukan melalui PPAT dan tidak dapat dilakukan dibawah tangan. Sebulm transaksi jual beliu dilakukan, PPAT akan memberikan penjelasan mengenai produkser dan syarat-syarat yang perlu dilengkapi baik oleh penjual maupun pembeli.

Pemeriksaan Sertifikat Dan PBB

Hal yang pertama dilakukan PPAT adalah melakukan pemeriksaaan sertifikayyt pertama atas tanah dan pajak bumi dan bangunan (PBB). Untuk pemeriksaan tersebut PPAT akan meminta sertifikat asli atas nama tanah dan surat tanda terima setoran (STTS) PBB dan penjual.

Pemeriksaan sertifikat tanah dapat memastikan bahwa tanah tersebut tidak sedang terlibat sengketa hukum, tidak sedang dijaminkan, atau tidak sedang berada dalam peryitaan pihak berwenang. Pemeriksaan STTS PBB dilakukan PPAT untuk memastikan bahwa tanah tersebut tidak menunggak pembayaran PBB.

Persetujuan Suami/Istri

Sebelum mendatangi AJB perlu dipastikan adalah adanya persetuijuan dari suami atau istri penjual dalam hal penjual telah menikah. Dalam suatu perkawinan akan terjadi percampuran harta bersama kekayaan masing-masing suami istri, dengan begitu ha katas tanah merupakan harta bersama dalam perkawinan, maka penjualannya memerlukan persetujuan terlebih dahulu. Persetujuan dapat dilakukan dengan adanya surat persetujuan Khusus, atau suami atau istri Dari pihak penjual turut menandatangani AJB.

Komponen Biaya Dalam AJB

Komponen biaya lainnya yang perlu dilakukan baik oleh penjual maupun pembeli adalah pajak penghasilan PPH dan bea perolehan ha katas tanah dan bangunan BPHTB. Pajak penghasilan wajib dibayar oleh penjual sebesar 5% dari harga tanah, sedangkan pembelian wajib membayar BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena biaya pajak.

Penandatanganan AJB

Setelah penjual dan pembeli menyerahkan sertifikat tana, bukti setor pajak dan dokumen identitas para pihak serta membayar komponen biaya transaksi, maka penjual dan pembeli diwajibkan unruk pergio ke PPAT untuk melakukan pendatanganan AJB.

Balik Nama

Setelah mendatangi AJB, Selanjutnya hal yang harus dilakukan adalah Melakukan balik nama serytifikat nama penjual menjadi nama pembeli. Untuk prosesnya dapat dilaksanakan dikantor pemerintahan olreh PPAT. Proses balik nama akan berlangsuing kurang lebih sampai dua bulan.

Nah, untuk pembuatan akte jual beli tanah yang benar dan aman anda dapat melakukannya dengan cara yang diatas. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda.

Baca juga: Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama

Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah

Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah – Tanah merupakan suatu lahan investasi dimana harganya semakin hari semakin naik. Ketika suatu tanah baik tanah kosong maupun tanah yang terdapat suatu bangunan di iklankan untuk dijual. Maka dengan segera para peminat yang ingin membeli tanah yang di iklankan tersebut akan mulai berdatangan. Berikut adalah cara jual beli tanah dan rumah yang layak anda baca.

Lihat Lokasi Tanah Secara Langsung

Langkah pertama dalam membeli tanah adalah melihat bagaimana keadaan tanah tersebut secara langsung. Lihat keadaan sekitar lahan tanah yang hendak dijual Dan jika di lahan tanah tersebut terdapat bangunan rumah, cermati apakah rumahnya terlihat angker, berada di dekat gardu listrik. Cermati pula kondisi bangunan. Apakah bahan-bahan yang digunakan dalam membangun merupakan bahan bangunan bermutu, apakah memerlukan renovasi rumah karena banyak tembok retak

Pertimbangkan pula kondisi keuangan anda. Apakah keuangan anda mencukupi untuk melakukan pembelian lahan tersebut. Jika pun anda memang sudah yakin ingin membeli tanah tetapi keuangan anda kurang. Maka anda dapat menempuh jalan cara gadai sertifikat rumah di bank.

Membuat Kesepakatan Harga Dengan Penjual

Untuk menentukan harga tanah serendah mungkin namun tentu saja masih dalam tahap harga pasaran. Tanyakan pula tentang sertifikat rumah untuk mengecek keaslian siapa pemilik tanah. Jika memang tanah belum bersertifikat, maka tanyakan girik tanah/petok d. Jika kelak proses jual beli selesai anda dapat membuat sertifikat tanah sendiri dari girik/petok ditersebut cara membuat sertifikat tanah.

Membuat perjanjian untuk pembuatan AJB (Akta jual beli)

Jika anda sebagai pembeli dan penjual tanah telah menemui kesepakatan dalam masalah harga dan bagaimana cara anda membayar harga tanah tersebut maka segera lakukan akta jual beli di hadapan notaris atau PPATK (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jika terdapat masalah dalam keberadaan sertifikat. Dimana mungkin saja pemilik masih menggadaikan sertifikat tersebut ke bank maka anda dapat membuat bentuk perjanjian lainnya seperti PPJB (Perjanian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan jual beli).

Memeriksa keaslian sertifikat

Sebelum menandatangani AJB, maka anda diharuskan memeriksa keaslian sertifikat lahan yang ingin anda beli. Cara memeriksa keaslian sertifikat dapat anda tanyakan langsung ke kantor badan pertanahan setempat, agar tidak mudah tertipu adalah dengan menanyakan kepada notaris, sehingga nanti yang akan memeriksa keaslian sertifikat ke badan pertanahan.

Mencari Surat Keterangan Bebas Sengketa

PPAT/notaris dapat menolak pembuatan AJB jika terdapat masalah sengketa mengenai lahan yang sedang diperjual belikan. Karena itu lebih baik, membuat surat bebas sengketa dahulu di kantor kelurahan setempat.

Penandatanganan aktar jual beli

Untuk melakukan pembutan AJB, diwajibkankedatangan kedua belah pihak baik pihak penjual maupun pembeli. Jika salah satu tidak berkenan hadir maka dapat digantikan dengan adanya surat kuasa tertulis yang menjelaskan pemindahan kekuasaan untuk menandatangani AJB. Saksi yang dibutuhkan paling sedikit adalah dua orang.

PPAT/Notaris akan membacakan dan menjelaskan isi klausul AJB. Bila semua pihak sudah mengerti dan menyetujui semua klausul yang ada di AJB maka penandatanganan akan dilakukan oleh pihak penjual, pembeli, saksi dan petugas PPAT/Notaris. AJB akan dibuat dua rangkap untuk disimpan di notaris dan diserahkan ke badan pertanahan. Untuk pihak penjual dan pembeli akan diberikan salinannya masing-masing.

Baca juga: Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya

Syarat Jual Beli Tanah kavling Yang Aman

Syarat Jual beli tanah Kavling merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan bagi sebagian orang atau semacam perusahan developer tanah atau rumah. Tanah kavling adalah beberapa bidang tanah sawah, hutan, ladang dalam area yang luas yang akan di pe-pecah menjadi beberapa sertifikat untuk area perumahan atau tanah per patok/kavling. Proses jual beli tanah kavling ini bisa dilakukan secara perorangan dan bisa juga dilakukan oleh developer permahan.

Didalam bisnis jual beli tanah ini keuntunganya darti segi pppelaksanaan dan biaya yang dibutuhkan lebih mudah dibandingkan jual beli rumah, apartemen, atau gedung perkantorant. Biaya yang dibutuhkan pun cukup rendah karena hanya membutuhkan biaya untuk membeli tanah dan mengurus surat-surat lengalitasnya.

Penjualnya cukup mudah syaratnya para penduduk pemilik bidang-bidang sawah atau kebun yang sah. Bedanya adalah pada adanya proses ijin pengubahan fungsi lahan. Misalkan saja dari fungsi tanah sawah menjadi tanah pekarangan dan perumahan. Selain itu pihak pembeli harus sudah mengantongi ijin site-plan kawasan tanah kavling tersebut secara rapi dan tertata. Syarat tersebut sangat berbeda dengan Tata Cara Jual Beli Tanah yang Belum Bersertifikat.
Legalitas Tanah

Cara Jual Beli Tanah kavling yang pertaman yang pertama dan harus dipenuhi adalah kelengkapan surat-surat tanah yang sah dan legal dari tanah yang akan dijual. Maksudnya setiap tanah yang akan diperjualbelikan harus memiliki sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Apabila tanah yang dijual masih berupa tanah adat, tanah girik, atau letter-C dan tidak memiliki sertifikat, maka pihak penjual harus segera mengurus sertifikatnya ke BPN. Bila tidak ada surat-surat sahnya maka pihak PPAT yang berwenang dalam proses jual beli tanah tidak mau mengurusnya.

Cara Membuat Sertifikat Tanah cukup mudah hanya dengan membuktikan keabsahan sertifikat tanah yang dijual, maka perlu dilakukan pengecekan di Kantor BPN. Pengecekan ini bisa dilakukan oleh calon pembeli dan pemilik tanah bersama-sama. Apabila dengan bantuan PPAT atau notaris untuk melakukan pengecekan. Sertifikat yang telah dicek di kantor BPN akan diberi stempel dan tanggal pengecekan.

Ijin Alih Fungsi

Syarat jual beli tanah kavling yang kedua adalah perijinan alih fungsi lahan oleh pihak pembeli. Pembeli harus menunggi Surat Keterangan dari pihak Pemerintah Daerah setempat atas ijin pengeringan alih fungsi tanah sawah menjadi pekarangan.
Status tanah sawah yang diubah menjadi tanah pekarangan memakan waktu enam bulan. Itu pun pengajuan pengeringan lahan dibatasi hanya 600 meter dengan tujuan pembelian tanah kavling aman dan tidak merugikan pihak-pihak lain di sekitarnya. Oleh karena itu sebelum membeli tanah kavling harus memahami penuh legalitas dan perizinannya.

Ijin Site Plan

Syarat yang dibutuhkan dalam proses jual belih tanah kavling adalah Ijin Site-Plan yang dikeluarkan oleh Kimpraswil yang mendapatkan klarifikasi dari dinas-dinas terkait. Ijin ini bertujuan untuk memastikan tata kawasan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh kepala pemerintahan daerah.

Tanah kavling plan harus diberikan sertifikat tanah per kavling sesuai site-plan agar mudah dalam menjual atau membangun rumah diatasnya. Calon konsumen kedua dikemudina hari akan lebih senang membeli tanah yang sudah bersertifikat lengkap dan terjamin.

Pemerintahan Lahan

Syarat yang satu ini sangat penting dalam proses jual beli tanah kavling adalah proses pematangan lahan. Setelah pembelian memiliki tanah kavling luas dalam keadaan apa adanya, seperti bersawah, gundukan, cekungan, dan lain-lain. Sehingga pihak pemilik tanah kavling harus menambahkan fasilitas badan jalan, saluran drainase, gerbang proyek dan kantor pemasaran.

Pemecahan Sertifikat

Syarat jual beli tanah kavling pemecahan sertifikat tanah menjadi kavling-kavling yang lebih kecil. Pihak developer akan memacah terlebih dahulu sertifikat kemudian dilakukan jual beli di hadapan PPAT. Pemecahan dilakukan atas Pernyataan Pemecahan atas Nama Diri Sendiri oleh pihak developer. Sementara sertifikat sedang pengurusan pemecahan di BPN, maka antara penjual dan pembeli bisa dibuat surat Pengikat Jual Beli (PJB), yang mengumumkan bahwa AJB akan dibuat setelah pemecahan sertifikat sudah selesai.

Syarat memecah sertifikat melalui kantor BPN adalah:
• Permohonan pengukuran
• Pernyataan telah memasang tanda batas oleh pemilik
• Akta Jual Beli sebagian
• Pernyataan Pemecahan atas Nama Diri Sendiri
• Sertifikat Asli
• Fotokopi pembayaran PBB tahun berjalan
• KTP dan Kartu Keluarga Pemohon
• KTP dan KK penjual (jika proses jual beli berlangsung)
• Surat Kuasa bila diserahkan pada pihak yang ditunjuk
• Tapak Kavling
• Bukti-bukti pembayaran pajak dan bea atas jual beli lainnya
• Lama proses pengurusan pemecahan atau pemisahan sertifikat ini adalah 15 hari.

Cara Membuat Sertifikat Jual Beli Tanah

Cara Membuat Sertifikat Jual Beli Tanah – Tentunya hal ini sangat merugikan, terutama bagi orang yang sudah terlanjur membangun rumah diatas bidang tanah tersebut. Oleh karena itu, untuk kalian harus membuat surat sertifikat tanah agar dapat menunjukkan hak atas nama tersebut. Berikut adalah beberapa cara untuk membuat sertifikat jual beli tanah baik berupa surat warisan dll.

1. membuat surat bebas sengketa dari kelurahan

Jika kita memiliki tanah atau berencana membeli tanah, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengecek status kepemilikan bisa di vadan pertanahan, serta juga bisa di kantor kelurahan. Biasa data-data wilayah tempat tanah tersebut terdapat dikantor kelurahan. Jika kondisi tanah sudah diketahui, maka ajukanlah permohonan bebas sengketa sesuai dengan keterangan dari pemilik tanah sebelumnya serta dicocokkan dengan data dikantor kelurahan.

Pada surat ini sebaiknya dibubuhi tanda tangan dari pihak saksi seperti dari pihak Rukun Warga (RW), Pihak Rukun Tetangga (RT) atau pihak lain yang memungkinkan menjadi saksi dalam pembuatan surat keterangan ini.

2. membuat surat keterangan riwayat tanah dari kelurahan

Setelah kita mengetahui tentang perihal tanah yang dibeli atau dimiliki, maka sebaiknya kita meminta dari pihak kantor kelurahan untuk membuatkan surat keterangan riwayat tanah. Dari sini akan jelas keterangan mengenai riawayat serta bagaimana tanah tersebut beralih pihak.

3. membuat surat keterangan riwayat tanah dari kelurahan

Surat terakhir yang perlu dibuat di kantor kelurahan adalah membuat surat keterangan kuasa tanah. Dengan membuat ini, akan jelas bahwa tanah yang kita beli telah diberi hak kuasa dari pembeli kepada kita. Selain itu, sebagai pihak yang menerbitkan surat ini, tentu akan menjadi keterangan bahwa dari pihak kelurahan sudah mengetahui perihal tentang jual beli tanah tersebut. Adanya surat kuasa ini, bukan berarti posisi pembeli sebgai pemilik sudah kuat, namun surat ini bisa dijadikan berkas atau arsip dalam kepengurusan hak milik. Pada surat ini akan dicantumkan kapan tanah tersebut dikuasakan.

4. menyiapkan berkas atau dokumen yang mungkin diperlukan

Sebelum menuju ke kantor pertanahan untuk melakukan permohonan pembuatan sertifikat, Sebaiknya kita lebih dulu menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan, sehingga nantinya tidak akan membutuhkan waktu dalam proses persiapan pembuatan berkasnya. Ada beberapa persyaratan berkas atau dokumen yang harus disiapkan, seperti Sertifikat asli hak guna bangunan, Bukti SSp/PPh, Fotocopy izin mendirikan bangunan (IMB), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak bumi bangunan (PBB), Surat pernyataan kepemilikan lahan, Identitas diri yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu keluarga (KK).

5. bekerja sama dengan pertugas PPATatau ke kantor pertanahan

Setelah seluruh berkas siap dan terpenuhi, maka kita siap untuk melakukan proses pengajuan permohonan sertifikat. Jika kita masih bingung ke kantor pertanahan, maka kita bisa meminta bantuan atau jasa dari pihak PPAT.

Biasanya dengan meminta jasa bantuan dari pihak PPAT, kelengkapan berkas kita akan dilihat lagi apakah sudah melengkapi persyaratan atau belum. Jika berkas belum, maka dari pihak PPAT biasanya akan memberitahukan lagi kepada kita berkas apa saja yang belum ada, agar kita bisa menyiapkannya kembali sebelum ke kantor badan pertanahan.

6. pengajuan formulir

Setelah persyaratan disiapkan maka kita bisa mengunjungi kantor BPN untuk mengambil formulir pandaftaran sehingga bila telah dilengkapi, maka petubas BPN akan mulai dapat melakukan pengunkuran pada tanah. Kantor BPN yang dikunjungi sendiri merupakan kantor yang memegang hak atas wilayah tanah yang kita ingin ajukan pembuatan sertifikatnya tersebut.

Baca juga: