Harga Tanah Paling Mahal Di Kota Malang

Harga Tanah Paling Mahal Di Kota Malang setiap tahun naik drastis. Bahkan, kenaikan harga tersebut terkadang tidak masuk akal. Di kota Malang mengupas pertumbuhan harga tanah di beberapa titik strategis di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Banyak orang menyebut Malang sebagai kota impian. Karena selain hawanya sejuk, di kota pegunungan ini juga banyak berdiri lembaga pendidikan yang berkualitas. Tak ketinggalan, juga banyak objek wisata yang menarik hati masyarakat.

Tak heran jika banyak orang luar Kota Malang yang memiliki rumah di Malang. Kondisi tersebut membuat harga tanah di Kota Malang menjadi pilihan investasi yang sangat menjanjikan. Pantas saja jika harga tanah di Kota Malang, cepat sekali naiknya.

Misalnya salah satu kawasan strategis yang harga tanahnya selalu naik adalah di kompleks Perumahan Permata Jingga. Tahun 90-an dulu, kawasan itu bisa dibilang kurang diperhitungkan karena lokasinya jauh dari jalan raya. Namun, dengan konsep pembangunan perumahan elite, kini harga tanah di kompleks perumahan tersebut melonjak drastis.

Menurut data yang dimiliki pengembang Permata Jingga, hanya dalam kurun waktu empat tahun, harga tanah di Permata Jingga naik lebih dari tiga kali lipat, Contohnya pada kurun waktu 2012–2016, harga tanah di perumahan yang ada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta tersebut sudah melonjak naik di angka lebih dari 300 persen.

Saat ini harga tanah di Perumahan Permata Jingga mulai kisaran Rp 8 juta–Rp 10 juta per m2. Padahal, empat tahun lalu masih jauh dari harga tersebut. Selanjutnya harga tanah yang fantastis juga terdapat di Jalan Ijen dan Jalan Kawi. Sebab, kawasan Jalan Ijen adalah ikon Kota Malang dan Jalan Kawi menjadi salah satu pusat bisnis strategis. Di Jalan Ijen, harga tanah untuk 1 m2 bisa hingga Rp 20 juta–Rp 50 juta, bahkan lebih bergantung lokasinya.

”Tahun 2014 lalu, harga tanahnya Rp 800 ribu per m2. Sedangkan pada 2015–2016, naik menjadi Rp 1,2 juta per m2. Itu yang ada di SPPT PBB dari pemerintah. Kalau di pasaran, malah bisa lebih tinggi lagi,” bebernya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, harga yang ditawarkan tidak sesuai yang tertera di SPPT PBB. ”Seumpama harga di SPPT PBB Rp 1,2 juta per m2, di pasaran bisa dijual Rp 3 jutaan per m2,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga tanah di sepanjang Jalan Kawi, menurut SPPT PBB-nya yakni Rp 5 juta–Rp 7 juta per m2. Ketika dijual di pasaran, bisa lebih dari itu. Ada yang hingga Rp 25 juta per m2.

Baca juga: Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama

Harga Tanah Di kota Malang Melembung Tinggi

Harga tanah di kota malang setiap tahun naik dratis atau melembung tinggi.  Banyak orang menyebut Malang sebagai kota impian. Karena selain hawanya sejuk, di kota pegunungan ini juga banyak berdiri lembaga pendidikan yang berkualitas.

Tak ketinggalan, juga banyak objek wisata yang menarik hati masyarakat. Tak heran jika banyak orang luar Kota Malang yang memiliki rumah di Malang. Kondisi tersebut membuat harga tanah di Kota Malang menjadi pilihan investasi yang sangat menjanjikan. Pantas saja jika harga tanah di Kota Malang, cepat sekali naiknya.

Disalah satu kota Malang di kawasan yang sangat strategis yang harga tanahnya selalu naik adalah di kompleks Perumahan Permata Jingga. Tahun 90-an dulu, kawasan itu bisa dibilang kurang diperhitungkan karena lokasinya jauh dari jalan raya. Namun, dengan konsep pembangunan perumahan elite, kini harga tanah di kompleks perumahan tersebut melonjak drastis.

harga tanah di perumahan yang ada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta tersebut sudah melonjak naik di angka lebih dari 300 persen. Saat ini harga tanah di Perumahan Permata Jingga mulai kisaran Rp 8 juta–Rp 10 juta per m2. Padahal, empat tahun lalu masih jauh dari harga tersebut.

Selanjutnya harga tanah yang fantastis juga terdapat di Jalan Ijen dan Jalan Kawi. Sebab, kawasan Jalan Ijen adalah ikon Kota Malang dan Jalan Kawi menjadi salah satu pusat bisnis strategis. Di Jalan Ijen, harga tanah untuk 1 m2 bisa hingga Rp 20 juta–Rp 50 juta, bahkan lebih bergantung lokasinya.

Namun, kawasan tersebut tidak diberlakukan perjualan rumah bersadarkan harga tanah per meter persegi, apabila dihitung harga tanah dan bangunannya mulai harga Rp. 25 juta – Rp. 50 Juta per meter persegi.

Pada tahun 2014, harga tanahnya Rp 800 ribu per m2. Sedangkan pada 2015–2016, naik menjadi Rp 1,2 juta per m2. Itu yang ada di SPPT PBB dari pemerintah. Kalau di pasaran, malah bisa lebih tinggi lagi,” bebernya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, harga yang ditawarkan tidak sesuai yang tertera di SPPT PBB. ”Seumpama harga di SPPT PBB Rp 1,2 juta per m2, di pasaran bisa dijual Rp 3 jutaan per m2,” jelasnya. Sedangkan untuk harga tanah di sepanjang Jalan Kawi, menurut SPPT PBB-nya yakni Rp 5 juta–Rp 7 juta per m2. Ketika dijual di pasaran, bisa lebih dari itu. Ada yang hingga Rp 25 juta per m2.

Tak hanya di perkotaan saja, harga properti di pinggiran kota juga terus meroket. Hal itu dipicu beberapa pembangunan tempat-tempat umum yang mulai merata di berbagai daerah di Kota Malang. Seperti di daerah Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kenaikan harganya pun bervariasi. Ade lantas memberi contoh perbedaan NJOP PBB di kawasan Kedungkandang dan di Lowokwaru. ”Kenaikannya bervariatif. Kalau di Bumiayu naik antara Rp 50 ribu–Rp 150 ribu per m2. Yang di kawasan Soekarno-Hatta bisa naik antara Rp 2 juta–Rp 3 juta dari NJOP semula,” bebernya.

Harga Tanah Di Kota Malang Terus Meningkat

Harga Tanah Di Kota Malang – Kota Malang Raya telah menjadi daerah bertujuan investasi bisnis yang menjanjikan di Jawa Timur Kondisi ini diikuti dengan melambungnya harga tanah dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi. Di Kedungkandang contohnya, harga tanah melesat dalam dua tahun terakhir.

Apalagi di  kawasan strategis, salah satu contohnya seperti di sekitar jalan kembar Gadang-Bumiayu dan sekitar Jalan Mayjen Sungkono. Camat Kedungkandang yang juga pejabat pembuat akta tanah (PPAT), Pent Haryoto mengatakan, harga tanah di sekitar kawasan  jalan kembar Gadang-Bumiayu dan Jalan Mayjen Sungkono  saat ini mulai menembus Rp 2,5 juta per meter. “Pada tahun 2012 lalu, harga tanah di kawasan itu masih berkisar Rp 1 juta,” jelasnya, itu berarti sudah meningkat 150 persen dalam waktu kurang dari dua tahun.

Dikawasan perumahan Sawojajar dipastikan taka da lagi transaksi untuk pembelian lahan kosong. Namun sudah dalam bentuk rumah. Rumah tipe 45 dengan luasan lahan sekitar 220 meter di kawasan Dirgantara sudah menembus Rp 375 juta. Padahal setahun sebelumya dilepas dengan harga sekitar Rp 250 juta.

Sedangkan untuk lokasi saat ini telah mendekati pinggiran seperti Cemorokandang juga mulai mengalami kenaikan, sekitar Rp 400 ribu per meter hingga Rp 500 ribu per meter. Itu pun harus melihat letak lahan. “Rata-rata kenaikan harga tanah sekitar 50 persen. Kalau letak sekolah dan perumahan, tentu berbeda lagi,” ujar Pent. Pemicu kenaikan harga tanah di Kedungkandang karena pertumbuhan kawasan.

Tanah di kawasan Bandungrejosari saat ini memiliki harga tanah yang meroket tinggi dimana harga tanahnya rata-rata per meter sekitar Rp 1 juta. Padahal tahun lalu, masih sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu meter persegi.  Harga tanah di kawasan Sukun yang mengalami kenaikan kurang signifikan yakni di sekitar Mulyorejo dan Bakalan Krajan. Rata-rata per meter Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Itu pun melihat akses di sekitar lahan.

Contohnya harga tanah di jalan Panji Kepanjen saat ini memiliki harga yang meningkat yakni harga per meter bisa mencapai antara Rp 2,5 juta – Rp 3 juta. Sekitar 3 – 5 tahun lalu, harga per-meter tanah hanya kisaran Rp 900 ribu. Bahkan, ada yang harga jualnya jauh lebih murah.

Pada tahun 2003, sangat banyak orang-orang yang menawarkan daerah tersebut karena sangat bagus untuk membangun properti dan juga perumahan yang mewah, tetapi banyak orang-orang yang menolak karena beralasan jauh dari perkotaan. Namun sekarang wilayah tersebut menjadi banyak peminat dan hal itu juga harga tanah di jalan Panji menjadi melembung tinggi.

Begitu juga dengan harga tanah di Jalan Trunojoyo Kepanjen. Harga per meter juga cukup tinggi, meskipun tidak semahal di Jalan Panji. Per meter tanah antara Rp 1,7 juta – Rp 2,2 juta. Kalau 3 – 5 tahun lalu, harganya hanya antara Rp 500 ribu – Rp 600 ribu per meter.

Sedangkan tanah disekitar Kepanjen Kecamatan Pakisaji, harga tanah sekarang ini sekitar Rp 500 ribu – Rp 600 ribu. Itu yang lokasinya masuk ke dalam kampung. Sedangkan tanah yang lokasinya berada di pinggir jalan raya, bisa dua kali lipatnya.

Pertumbuhan properti di Malang masih terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di wilayah ini. Selain itu, faktor mahasiswa yang kini memilih membeli rumah dari pada sewa atau kos juga mendongkrak perkembangan properti.