Daftar Harga Tanah

Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama

Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama – Untuk menjual tanah yang belum di baliknamakan atau di sertifikatkan bisa-bisa saja, asalkan ketika melakukan AJB (Akta Jual Beli) ditanda tangani oleh semua anak yang berhak didalam mendaptkan tanah warisan tersebut. Jika berhalangan hadir untuk menanda tangani pada saat proses AJB, bisa menggunakan surat kuasa.

Tetapi jauh sebelum melakukan Akta Jual Beli, seharusnya melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses legalitas hukum tanah pada saat jual beli tanah waris tersebut. Adapun surat-surat yang diperlukan sebagai berikut:

Surat kematian, surat ini diperlukan untuk meneruskan didalam pembuatan akta kematian.

Surat keterangan ahli waris, surat ini bisa dikeluarkan oleh pengadilan Agama yang berkaitan dengan siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkan warisan tersebut. Surat ini penting karena berkaitan dengan siapa saja yang wajib menanda tangani proses AJB dengan surat tanah yang diwariskan oleh orang tua tersebut.

Berikut adalah proses melakukan AJB (akta jual beli) sebagai berikut:

Data Tanah

Untuk data tanah, berikut ini yang melengkapinya.

  • PBB selama 5 tahun terakhir (Asli)
  • Sertifikat tanah (Asli)
  • IMB (Jika Ada)
  • Bukti pembayaran listrik dan telepon (jika ada)
  • Jika masih diberi oleh hak tanggungan misalnya (hipotik), maka harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan.

Data Penjual dan Pembeli

Untuk data penjual dan pembeli ada dua macam, yaitu bisa perorangan atau Badan. Berikut ini syarat-syarat yang diperlukan oleh pembeli.

+Perorangan

  • FC KTP suami Istri
  • FC Kartu Keluarga
  • FC Akta Nikah/Surat Nikah

+Badan

  • FC KTP Komisaris atau direksi yang mewakili
  • FC AD/ART Perusahaan

RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) jka hendak menjual bahwa pernyataan untuk menjual sedikit asset yang di punya.

Apabila nama yang tercantum di surat tersebut sudah meninggal, maka surat tersebut diperlukan sebagai berukut.

  • Surat Keterangan Waris
  • Untuk WNI, surat pernyataan yang dikeluarkan oleh kelurahan dan kecamatan
  • Untuk WNA, surat akta yang dibuatkan oleh notaris.

Demikianlah dengan ulasan ini tentang permasalahan jual tanah warisan. Jadi silahkan melakukan akta jual beli yang ditanda tangani oleh seluruh ahli waris yang ada. Jika berhalangan untuk hadir, bisa menggunakan surat kuasa untuk menandatanganinya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Watisan Dengan Mudah Dan Aman

Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah

Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah – Tanah merupakan suatu lahan investasi dimana harganya semakin hari semakin naik. Ketika suatu tanah baik tanah kosong maupun tanah yang terdapat suatu bangunan di iklankan untuk dijual. Maka dengan segera para peminat yang ingin membeli tanah yang di iklankan tersebut akan mulai berdatangan. Berikut adalah cara jual beli tanah dan rumah yang layak anda baca.

Lihat Lokasi Tanah Secara Langsung

Langkah pertama dalam membeli tanah adalah melihat bagaimana keadaan tanah tersebut secara langsung. Lihat keadaan sekitar lahan tanah yang hendak dijual Dan jika di lahan tanah tersebut terdapat bangunan rumah, cermati apakah rumahnya terlihat angker, berada di dekat gardu listrik. Cermati pula kondisi bangunan. Apakah bahan-bahan yang digunakan dalam membangun merupakan bahan bangunan bermutu, apakah memerlukan renovasi rumah karena banyak tembok retak

Pertimbangkan pula kondisi keuangan anda. Apakah keuangan anda mencukupi untuk melakukan pembelian lahan tersebut. Jika pun anda memang sudah yakin ingin membeli tanah tetapi keuangan anda kurang. Maka anda dapat menempuh jalan cara gadai sertifikat rumah di bank.

Membuat Kesepakatan Harga Dengan Penjual

Untuk menentukan harga tanah serendah mungkin namun tentu saja masih dalam tahap harga pasaran. Tanyakan pula tentang sertifikat rumah untuk mengecek keaslian siapa pemilik tanah. Jika memang tanah belum bersertifikat, maka tanyakan girik tanah/petok d. Jika kelak proses jual beli selesai anda dapat membuat sertifikat tanah sendiri dari girik/petok ditersebut cara membuat sertifikat tanah.

Membuat perjanjian untuk pembuatan AJB (Akta jual beli)

Jika anda sebagai pembeli dan penjual tanah telah menemui kesepakatan dalam masalah harga dan bagaimana cara anda membayar harga tanah tersebut maka segera lakukan akta jual beli di hadapan notaris atau PPATK (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jika terdapat masalah dalam keberadaan sertifikat. Dimana mungkin saja pemilik masih menggadaikan sertifikat tersebut ke bank maka anda dapat membuat bentuk perjanjian lainnya seperti PPJB (Perjanian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan jual beli).

Memeriksa keaslian sertifikat

Sebelum menandatangani AJB, maka anda diharuskan memeriksa keaslian sertifikat lahan yang ingin anda beli. Cara memeriksa keaslian sertifikat dapat anda tanyakan langsung ke kantor badan pertanahan setempat, agar tidak mudah tertipu adalah dengan menanyakan kepada notaris, sehingga nanti yang akan memeriksa keaslian sertifikat ke badan pertanahan.

Mencari Surat Keterangan Bebas Sengketa

PPAT/notaris dapat menolak pembuatan AJB jika terdapat masalah sengketa mengenai lahan yang sedang diperjual belikan. Karena itu lebih baik, membuat surat bebas sengketa dahulu di kantor kelurahan setempat.

Penandatanganan aktar jual beli

Untuk melakukan pembutan AJB, diwajibkankedatangan kedua belah pihak baik pihak penjual maupun pembeli. Jika salah satu tidak berkenan hadir maka dapat digantikan dengan adanya surat kuasa tertulis yang menjelaskan pemindahan kekuasaan untuk menandatangani AJB. Saksi yang dibutuhkan paling sedikit adalah dua orang.

PPAT/Notaris akan membacakan dan menjelaskan isi klausul AJB. Bila semua pihak sudah mengerti dan menyetujui semua klausul yang ada di AJB maka penandatanganan akan dilakukan oleh pihak penjual, pembeli, saksi dan petugas PPAT/Notaris. AJB akan dibuat dua rangkap untuk disimpan di notaris dan diserahkan ke badan pertanahan. Untuk pihak penjual dan pembeli akan diberikan salinannya masing-masing.

Baca juga: Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya

Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Dengan Mudah Dan Aman

Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan – Sebagian orang masih ada yang belum paham tata cara mengurus sertifikat tanah hibah atau warisan. Memang yang sedikit menyulitkan adalah jika nama yang tercantum dalam sertifikat bukan atas nama orang tua atau keluarga melainkan orang lain (penjual).

Sedangkan kelengkapan dokumen otentik lain yang dipegang adalah Akta Jual Beli atau AJB, yang ditandatangani oleh orang tua. Pertanyaannya, bagaimana tahap yang benar dalam mengurus balik nama sertifikat.

Berhubung sertifikat tanah masih atas nama penjual, maka sebaiknya ahli waris perlu mengurus balik nama sertifikat. Tahap awal, pemohon harus membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris dari orang tua.

Surat Keterangan Waris harus dibuat oleh ahli waris, dan disaksikan oleh dua orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa tempat tinggal pewaris. Sedangkan syarat lainnya dan prosedur diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.1 tahun 2010, dan biaya diatur dalam PP No. 14 tahun 2010.

Berikut adalah surat yang perlu anda siapkan untuk mengurus sertifikat tanah warisan:

  1. Mengisi formulir permohonan dan ditandatangani diatas materai. Formulir pemohonan ini memuat :
  • Identitas diri
  • Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
  • Pernyataan tanah tidak sengketa
  • Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
  1. Fotocopy identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  2. Sertifikat asli
  3. Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan
  4. Akte Wasiat Notariel
  5. Foto copy SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  6. Penyerahan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari 60 Juta Rupiah bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak).

Proses pengurusan balik nama sertifikat di BPN seperti yang tercantum di atas, biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari dan untuk biaya yang harus Anda keluarkan untuk layanan ini tergantung pada nilai tanahnya. Sebagai contoh, jika sertifikat tanah yang hendak dibalik nama berada di kawasan Jagakarsa, maka biaya pengurusannya adalah Rp52.925. Hal ini karena NJOP kawasan tersebut pada tahun ini adalah Rp2.925.000. Sedangkan untuk ongkos layanan balik nama yang NJOP-nya Rp3,5 juta seperti Kecamatan Pakansari, Cibinong, pemohon akan dikenakan uang sebesar Rp53.500.

Baca juga : Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya

Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya

Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya – Tanah di Jakarta saat ini semakin terbatas, imbasan harga tanah tersebut kian meroket. Ada beberpa di kawasan Jakarta yang merajai harga tanah, misalnya kepala gading. Harga tanah di Jakarta melonjak berkisar 80-100% sepanjang lima tahun terakhir. Di lokasi-lokasi strategis, rentang harga tanah berkisar Rp 15 juta hingga Rp 200 juta per meter persegi (m2).

Peningkatan harga tanah dipicu beberapa aspek termasuk aksi spekulasi. Sedangkan tingginya harga tanah menyulitkan pengembangan properti. Di sisi lain, konsumen pun kian selektif dalam mengonsumsi produk properti yang ditawarkan para pengembang.“Jika dibandingkan dengan lima tahun lalu harga tanah telah meningkat 80-100%. Berikut adalah kawasan di Jakarta yang memiliki harga tanah ternahal.

Kepala Gading

harga tanah di kawasan Kepala Gading saat ini mencapai Rp. 34- 40 juta per M2. Harga tanah di kawasan tersebut memang luar biasa. Naiknya harga tanah dikawasan tersebut dikarenakan Kelapa gading dianggap sebagai kawasan yang merupakan hunian terbaik untuk kelas menengah atas.

Kawasan CBD

Kawasan Central Business Distric (CBD) di Jakarta yang menjadi pusat dari perkantoran dan hunian vertikal adalah Sudirman. Di SCBD dibanding dua tahun lalu, harga tanah naik dua kalilipat dan yang paling tinggi mencapai USD7.000 per m2 (setara Rp66,5 juta, kurs Rp9.500 per USD). Selain perkantoran, di area SCBD terdapat pula pusat komersial seperti toko, restoram serta pusat kebugaran.

Pondok Indah

Pondok merupakan kawasan elit di Jakarta Selatan. Disebut-sebut jika harga tanah di kawasan tersebut selama satu tahun terakhir mengalami peningkatan menjadi Rp30-35 juta per m2. Jika ingin membeli unit rumah di daerah ini harus merogoh uang lebih dalam. Berdasarkan data listing rumah siap jual Century21, rumah di Pondok Indah dengan luas lahan 600 m2 ditawarkan mulai harga Rp35-38 miliar.

Kemang

Kemang, Jakarta Selatan juga menjadi salah satu kawasan favorit terutama untuk para ekspatriat. Selain itu, kawasan tersebut juga membuat target pasar pengembangan properti di Kemang kian bertambah. Alasan Kemang menjadi favorit, yang pertama tentu saja Kemang masih hijau wilayahnya, banyak pepohonan, kedua banyak cafe-resto, galeri, butik, dan ketiga  area di sini banyak warga asing, jadi sekolah asing juga banyak yang dibangun. Tak heran, harga tanah di Kemang sangat bervariasi, mulai dari yang termurah dikisaran Rp8 juta per m2, hingga yang termahal sekira Rp15 juta per m2.

Bekasi

 Harga tanah dibekasi tercatat yang paling mahal untuk wilayah luar Jakarta. Harga tanah di Bekasi mencapai Rp. 6 juta per meter.diperkirakan harganya akan terus naik. Pada tahun 2011-2013 harga tanah tersebut mengalami kenailan 50% per tahun.

Serpong

Kawasan Serpong saat ini telah banyak dibangun perumahan-peruamahan. Tak heran, harga tanah di wilayah tersebit merangkak naik. Saat ini, harga tanah di wilayah tersebut mencapai Rp10 juta per meter. Serpong makin diminati lantaran untuk hunian masyarakat di pinggiran kota, karena faktor infrastruktur yang memadai, akses yang cukup mudah dijangkau, serta luasnya wilayah yang masih berperluang untuk dikembangkan.

Karawaci

Harga tanah di kawasan ini juga bervariasi. Kalau untuk lokasi premium, harganya mencapai Rp20 juta per m2. Namun jika dilihat secara umum, harga tanah di wilayah tersebut masih di kisaran Rp5-7 juta per m2. Hal tersebut, lanjutnya, dipengaruhi oleh pengembangan proyek baik properti residensial maupun komersial yang masih terus dilakukan hingga saat ini.

Baca juga:

Harga Tanah Di kota Malang Melembung Tinggi

Harga tanah di kota malang setiap tahun naik dratis atau melembung tinggi.  Banyak orang menyebut Malang sebagai kota impian. Karena selain hawanya sejuk, di kota pegunungan ini juga banyak berdiri lembaga pendidikan yang berkualitas.

Tak ketinggalan, juga banyak objek wisata yang menarik hati masyarakat. Tak heran jika banyak orang luar Kota Malang yang memiliki rumah di Malang. Kondisi tersebut membuat harga tanah di Kota Malang menjadi pilihan investasi yang sangat menjanjikan. Pantas saja jika harga tanah di Kota Malang, cepat sekali naiknya.

Disalah satu kota Malang di kawasan yang sangat strategis yang harga tanahnya selalu naik adalah di kompleks Perumahan Permata Jingga. Tahun 90-an dulu, kawasan itu bisa dibilang kurang diperhitungkan karena lokasinya jauh dari jalan raya. Namun, dengan konsep pembangunan perumahan elite, kini harga tanah di kompleks perumahan tersebut melonjak drastis.

harga tanah di perumahan yang ada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta tersebut sudah melonjak naik di angka lebih dari 300 persen. Saat ini harga tanah di Perumahan Permata Jingga mulai kisaran Rp 8 juta–Rp 10 juta per m2. Padahal, empat tahun lalu masih jauh dari harga tersebut.

Selanjutnya harga tanah yang fantastis juga terdapat di Jalan Ijen dan Jalan Kawi. Sebab, kawasan Jalan Ijen adalah ikon Kota Malang dan Jalan Kawi menjadi salah satu pusat bisnis strategis. Di Jalan Ijen, harga tanah untuk 1 m2 bisa hingga Rp 20 juta–Rp 50 juta, bahkan lebih bergantung lokasinya.

Namun, kawasan tersebut tidak diberlakukan perjualan rumah bersadarkan harga tanah per meter persegi, apabila dihitung harga tanah dan bangunannya mulai harga Rp. 25 juta – Rp. 50 Juta per meter persegi.

Pada tahun 2014, harga tanahnya Rp 800 ribu per m2. Sedangkan pada 2015–2016, naik menjadi Rp 1,2 juta per m2. Itu yang ada di SPPT PBB dari pemerintah. Kalau di pasaran, malah bisa lebih tinggi lagi,” bebernya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, harga yang ditawarkan tidak sesuai yang tertera di SPPT PBB. ”Seumpama harga di SPPT PBB Rp 1,2 juta per m2, di pasaran bisa dijual Rp 3 jutaan per m2,” jelasnya. Sedangkan untuk harga tanah di sepanjang Jalan Kawi, menurut SPPT PBB-nya yakni Rp 5 juta–Rp 7 juta per m2. Ketika dijual di pasaran, bisa lebih dari itu. Ada yang hingga Rp 25 juta per m2.

Tak hanya di perkotaan saja, harga properti di pinggiran kota juga terus meroket. Hal itu dipicu beberapa pembangunan tempat-tempat umum yang mulai merata di berbagai daerah di Kota Malang. Seperti di daerah Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kenaikan harganya pun bervariasi. Ade lantas memberi contoh perbedaan NJOP PBB di kawasan Kedungkandang dan di Lowokwaru. ”Kenaikannya bervariatif. Kalau di Bumiayu naik antara Rp 50 ribu–Rp 150 ribu per m2. Yang di kawasan Soekarno-Hatta bisa naik antara Rp 2 juta–Rp 3 juta dari NJOP semula,” bebernya.