Daftar Harga Tanah

Teliti Dalam Memilih Tanah

Jeli Dalam Memilih Tanah – Kondisi tanag sangat menentukan harga tanah, jia kondisi tanah anda baik dan layak dijual, apalagi subur, pastinya akan laku dengan harga yang tinggi.
Oleh sebab itu kita harus jeli dalam melihat dan memilih tanah untuk diperjualbelikan.
Nah maka artikel kali ini akan membahas hal tersebut, yaitu sebagai berikut ulasan dan tips baik untuk memilih tanah.

Kondisi tanah ini meliputi banyak hal, diantaranya adalah bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah, ukuran tanah, dan hadap tanah, semua hal ini sangat penting Anda pertimbangkan. Untuk masalah bentuk tanah, biasanya pembeli lebih menyukai tanah yang memiliki bentuk persegi dan juga trapesium. Akan tetapi, kadang pembeli merasa enggan juga dengan bentuk persegi panjang yang lebar mukanya kurang bagus, khusus persegi panjang biasanya masih diminati selama lebar mukanya 40-75% dari total panjang tanah tersebut.

Untuk kerataan dan kepadatan tanah, ini juga akan menjadi masalah tersendiri bagi Anda karena pembeli lebih menyukai tanah yang rata dan juga padat, tanah yang tidak rata dan tidak padat tentu membutuhkan biaya untuk memperbaikinya, dan hal ini akan menjadi kelemahan dalam proses negosiasi, imbasnya adalah pembeli akan meminta potongan harga kepada Anda.

Untuk ukuran tanah, ini akan lebih baik jika Anda sesuaikan dengan lokasi tanah tersebut. Misalkan, jika Anda menemukan tanah di lokasi elit yang mayoritas adalah orang kaya, ukuran tanah yang lebih lebar akan lebih disukai karena orang kaya tentu memiliki keinginan membangun rumah mewah besar sesuai dengan impian mereka.

Dalam hal ini usahakan ukuran minimal tanah adalah 400m2, dan untuk lokasi yang mayoritas berkemampuan menengah ke bawah, usahakan ukuran maksimal tanah adalah 200m2. Ukuran ini lebih banyak diminati oleh kalangan menengah ke bawah karena harga yang lebih murah. Untuk posisi tanah, biasanya lebih disukai tanah yang menghadap utara dan selatan karena pencahayaan matahari yang merata, selain itu pembeli terkadang juga suka dengan tanah yang menghadap ke timur karena penyinaran matahari pagi.

Memilih lokasi Tanah Cocok Untuk Bisnis Property

lokasi Tanah Cocok Untuk Bisnis Property – Bisnis jual beli tanah adalah bisnis bersifat investasi dimana, harga tanah semakin melambung tinggi dari hari keharinya,sehingga alangkah baiknya jika kita mulai menginfestasikan dana kita untuk membeli sebidang tanah, yang pastinya harganya akan terus naik, antara naik perlahan atau naik signifikan , tergantung potensi lokasinya, apakah untuk kedepan nya akan ada pembangunan besar besaran yang membuat harga tanah itu semakin tinggi.
Maka dari itu peninjauan lokasi dan surfey lokasi sangat diperlukan.

Menentukan lokasi tanah ini merupakan hal yang sangat penting sekali, dalam hal ini Anda harus benar-benar jeli dalam memperkirakan tanah mana yang berpotensi mengalami kenaikan harga yang tinggi. Umumnya tanah yang berlokasi di pusat-pusat bisnis dan industri berpotensi mengalami kenaikan harga yang tajam, begitu juga dengan lokasi yang merupakan kawasan pemukiman.

Selain itu, kawasan yang sedang dikembangkan juga memiliki prospek yang cukup bagus, seperti lokasi yang sedang dikembangkan untuk pusat pendidikan, bisnis dan industri baru, proyek-proyek pemerintah, dan lain sebagainya. Tanah yang berlokasi di kawasan yang sedang dikembangkan ini sering disebut sebagai tanah setengah matang, maksudnya tanah yang siap dimasak untuk mendatangkan keuntungan yang tinggi.

Dalam menentukan lokasi tanah, Anda juga harus mempertimbangkan apakah di lokasi tertentu sering dilanda bencana atau tidak, misalkan banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Selain itu, biasanya orang-orang tidak suka lokasi tanah yang dekat dengan sesuatu yang tidak nyaman, misalnya limbah pembuangan sampah, banyak preman, angker, dekat makam atau kuburan. Oleh karenanya, Anda harus benar-benar jeli memilihnya.

Ada baiknya Anda terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan warga atau notaris yang ada di sekitar lokasi tanah, mereka tentu lebih tahu ketimbang Anda tentang bagaimana sebenarnya kenyamanan di lokasi tanah tersebut.

Nah sekian tips pada artikel kali ini, memang kadang kita harus meluangkan waktu untuk memikirkan bisnis jangka panjang , dengan memikirkan itu semua ,kita akan sanggup menjadi sukses dan menyambut peluang yang ada dengan penuh persiapan.
Semoga artikel kali ini menjadi inspirasi untuk anda.

Memantau Harga Properti Membawa Banyak Keuntungan

Mengetahui Harga Tanah – Rumah dan tanah merupakan salah satu produk investasi yang tak lekang oleh zaman. Selain minim risiko, produk tren harga properti cenderung terus naik.

Untuk itu, permintaan terhadap produk properti seakan tidak pernah habis. Bahkan kepemilikan rumah untuk tempat bernaung menjadi impian semua orang. Namun, mimpi tersebut tidak mudah diwujudkan, apalagi harga properti saat ini terus naik mengikuti tingkat inflasi.

Kredit pemilikan rumah pun dinilai menjadi salah satu solusi efektif untuk menggapai cita-cita atas rumah, tetapi bunga yang ditetapkan serta uang muka yang cukup besar membuat nyali ciut untuk menjadi debitur.

Melihat hal yang kontradiktif tersebut membuat seorang Siti Sholekah Sariningsih tergerak untuk mengampanyekan dan mengedukasi masyarakat bahwa properti bisa dimiliki tanpa harus melalui KPR.

Perempuan yang akrab disapa Sari itu pun mulai berkecimpung di dunia properti dengan modal minim. Sari bercerita, setelah menikah pada 2012 dia sempat mengontrak selama dua tahun.

Saat itu, dia masih menikmati hidup tanpa terpikir untuk memiliki rumah sendiri. Tetapi, setelah lahir anak pertama pada 2013, baru terasa bahwa dia membutuhkan rumah sendiri yang bisa mendukung perkembangan anak.

“Awalnya terpikir untuk beli rumah secara kredit, tetapi saat itu hanya punya uang tunai sebesar Rp 20 juta. Jumlah tersebut tidak cukup untuk sekadar membayar uang muka, juga kurang untuk memulai sebuah usaha,” pikirnya.

Kemudian, dia pun belajar dari saudara suaminya yang sudah berbisnis properti sejak lama. Atas sarannya, uang sebesar Rp 20 juta tersebut dibelikan tanah seluas 120 meter persegi di daerah Serpong, Tangerang Selatan, yang rencananya akan digunakan untuk membangun empat rumah petak.

“Selama setahun tanah tersebut tidak diapa-apakan, tetapi kalau dilihat dari perkembangan harganya, setahun kemudian harga tanah sudah naik dua kali lipat,” katanya.

Setelah mengumpulkan modal tambahan untuk pembangunan hingga menjual emas kawin, akhirnya Sari bisa membangun satu rumah petak yang akan dikontrakan dengan biaya pembangunan sekitar Rp 30 juta. Ternyata rumah petak yang berdiri di atas lahan 30 meter persegi tersebut terjual sebulan setelah dibangun, dengan harga Rp 55 juta.

Uang sebesar Rp 55 juta tersebut kemudian digunakan lagi untuk membangun dua rumah petak lainnya. Tak berbeda dengan rumah petak pertamanya, dua rumah baru yang dia bangun juga laku dalam waktu yang singkat. Sari bisa mengantongi uang sebesar Rp 125 juta.

Uang tersebut pun dia gunakan lagi untuk membeli tanah seluas 65 m² di kawasan Bintaro. Untuk membangun rumah di tanah tersebut, Sari masih memiliki satu rumah petak yang rencananya akan dijual dan dijadikan modal membangun rumah di Bintaro.

Keuntungan Memahami Harga Tanah

Dari pergulatannya di bisnis jual-beli properti tersebut, akhirnya ibu satu anak ini bisa membeli rumah sendiri tanpa harus mengambil cicilan rumah di bank. Setelah dua tahun terjun di bisnis ini, dia pun mendapatkan banyak ilmu dan masukan terkait bisnis properti, termasuk strategi untuk mendapatkan modal. “Untuk mengawali bisnis properti ini sebenarnya tidak perlu punya lahan, karena bisa disiasati dengan kerja sama,” katanya.

Sebagai contoh Mengetahui Harga Tanah, untuk menjalankan proyek terbarunya saat ini, Sari hanya membutuhkan modal sebesar Rp 5 juta, sisanya dia dapatkan pendanaan dari saudaranya yang diajak kerja sama untuk membeli tanah seluas 800 m² di kawasan Legok, Tangerang.

Untuk meyakinkan investornya, Sari menawarkan proposal dan perjanjian kerja sama berupa saham 50% serta pembayaran pinjaman secara bertahaf. Hal serupa juga dilakukan untuk permodalan pembangunan cluster mini delapan rumah yang sedang dia garap.

Sari mengatakan, untuk proses pembangunan sebuah rumah hingga siap dipasarkan paling cepat membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Di mana 3 bulan pertama digunakan untuk mencari tanah yang strategis, 1 bulan untuk mengurus perizinan dan legalitas, serta 2-3 bulan pembangunan rumah untuk tipe 36. “Saat mulai pembangunan sudah bisa dipasarkan dengan menujukan gambar atau desain rumah,” katanya.

Bisa dibilang harga rumah yang ditawarkan Sari jauh di bawah harga rumah di pasaran termasuk rumah bersubsidi, hal tersebut disebabkan oleh pemilihan tanah yang masih murah. Namun, memang lokasinya tidak terlalu strategis dibandingkan dengan perumahan yang dibangun oleh para pengembang besar.

“Lokasinya memang di daerah pinggiran dengan segmentasi pasar kelas menengah ke bawah, meski demikian saya masih menetapkan standar lokasi maksimal 30 menit dari pusat bisnis,” katanya.

Saat ini Sari tengah membangun dua rumah baru serta menawarkan satu rumah ready stock seharga Rp 85 juta, juga menerima inden pembangunan rumah tipe 21 dengan harga Rp 75 juta.

Selain menggarap rumah untuk kalangan menengah ke bawah, Sari juga sedang membangun rumah untuk kalangan menengah dengan harga jual sekitar Rp 300 juta hingga Rp 450 juta. “Setiap rumah yang terjual setidaknya saya bisa mendapatkan margin keuntungan sekitar 30%,” katanya.

Untuk terjun dan sukses di dalam bisnis ini, Sari mengingat beberapa poin penting, yakni dengan memperluas jaringan, terutama berpartner dengan orang-orang yang memiliki visi yang sama.

Salah satu caranya adalah dengan bergabung ke dalam berbagai macam komunitas properti, seperti komunitas developer, komunitas broker, serta komunitas agen properti. Komunitas-komunitas tersebut juga bisa dijadikan sebagai lahan promosi untuk setiap produk properti yang akan dipasarkan.

“Persaingan di bisnis ini cukup ketat terutama berhadapan langsung dengan para developer mini lainnya, karena kebutuhan akan rumah terus meningkat tetapi lahan terbatas,” katanya.

Meski demikian, Sari tetap optimistis bisnis yang dijalankannya masih akan tetap bersinar selama manusia membutuhkan rumah untuk berlindung. Selain itu juga tergantung kepiawaian seorang pengembang untuk membidik target market dan Mengetahui Harga Tanah.

Fungsi Surat Hak Guna Bangunan

Fungsi Surat Hak Guna Bangunan – Saat kita membeli suatu rumah, kita akan di hadapkan dengan hak kepemilikan kita. Ada beberapa hak kepemilikan tanah dan bangunan, yang terkuat adalah hak milik (HM), hak guna bangunan (SHGB) dan hak guna usaha (HGU). Masing-masing hak kepemilikan tersebut di buktikan dengan di keluarkannya sertifikat kepemilikan oleh departemen agraria/ dinas pertanahan, yaitu hak milik dengan sertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan dengan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan hak guna usaha dengan sertifikat hak guna usaha (SHGU).

HGB atau Hak Guna Bangunan merupakan hak untuk mendirikan atau memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliki pribadi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria atau paling lama selama 30 tahun. Jangka waktu dapat diperpanjang lagi jika telah habis masa penggunanaanya dan Hak Guna Bangunan (HGB) dapat ditingkatkan kekuatan hukumnya menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

Sertifikat Hak Guna Bangunan merupakan jenis sertifikat dimana pemegang sertifikat hanya dapat memanfaatkan tanah tersebut baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain, sedang untuk kepemilikan tanah tetap merupakan milik negara. Berbeda dengan Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya hanya untuk WNI, Sertifikat Hak Guna Bangunan dapat di miliki oleh orang asing. negara. Hak milik hanya bisa punyai oleh WNI yaitu hak yang sifatnya turun temurun, terkuat, dan terpenuhi oleh WNI.

Saat kita membeli rumah KPR dari pengembang, maka sertifikat yang akan kita terima adalah Sertifikat Hak Guna Bangunan.

Memang ada beberapa pengembang yang memberikan kepengurusan Hak Milik secara gratis bagi pembelinya, namun itu hanya sebagian kecil saja.

Status kepemilikan rumah biasanya di sesuaikan dengan masa Hak Guna Bangunan induk (keseluruhan perumahan milik pengembang), pengembang akan melakukan pemecahan Sertifikat Hak Guna Bangunan untuk masing-masing unit yang di beli.

Status kepemilikan Sertifikat Hak Guna Bangunan sudah aman, hanya saja kita memerlukan perpanjangan sesuai dengan batas waktu kepemilikan yang telah di tentukan.

Walau begitu sangat disarankan untuk menaikkan hak kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM).

Dibawah ini ada keuntungan dan kerugian membeli property dengan sertifikat HGB :

Keuntungan :

Tidak Membutuhkan Dana Besar.

Dengan membeli properti berstatus HGB Anda tidak perlu menyiapkan dana besar daripada membeli properti dengan status SHM. Apalagi dengan harga tanah yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk memiliki properti yang Anda inginkan.

Peluang Usaha Lebih Terbuka.

Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama. HGB biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial seperti mendirikan usaha kos, gedung perkantoran, kios, ruko, apartemen dan lain – lain. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, membeli properti dengan status HGB dapat digunakan untuk mengembangkan usaha seperti, menambah modal, sehingga peluang usaha lebih menguntungkan.

Bisa dimilik oleh Non WNI

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan, sehingga banyak Warna Negara Asing (WNA) yang bekerja atau tinggal di wilayah Indonesia. Keterbatasan status hukum yang dimiliki oleh WNA, membuat properti dengan status HGB menjadi solusi aman untuk memiliki properti. Biasanya para WNA tersebut membeli rumah, apartemen atau ruang komersil untuk mendukung pekerjaan mereka di Indonesia.

Kerugian :

Jangka Waktu Terbatas

Secara hukum HGB bukanlah hak milik atas sebuah lahan, pemilik hanya memiliki hak untuk memanfaatkan bangunan yang berdiri di suatu lahan milik negara. Secara sederhananya, apabila Anda membeli properti dengan status sertifikatnya HGB, maka yang Anda miliki hanya bangunannya saja, sedangkan tanahnya berstatus dikuasai oleh negara, sehingga diperlukan perpanjangan atas hak penggunaan lahan dan hanya bisa dilakukan sebanyak 2 (dua) kali perpanjangan. Dengan status yang bukan milik sendiri tersebut menjadikan status HGB lebih ribet, karena Anda harus mengurus perpanjangan setiap kurun waktu tertentu.

Tidak Bebas

Karena jangka waktu penggunaan yang terbatas tersebut, pemilik properti tidak bisa bebas dalam melakukan perubahan – perubahan terhadap bangunan yang berdiri. Hal ini biasanya terjadi untuk pembelian rumah yang dikelola oleh developer tertentu, pemilik harus mematuhi aturan pemugaran yang ditetapkan oleh developer.

Solusi untuk mengatasi permasalahan yang timbul ketika membeli properti HGB adalah memperhitungkan secara cermat sebelum memutuskan untuk membeli properti HGB, dalam hal keuntungan apa yang diperoleh selama memiliki properti tersebut dan perhitungkan jumlah dana yang dikorbankan dengan potensi keuntungan yang di dapat, sehingga resikonya bisa diminimalisir.

Peluang Usaha Jual Beli Tanah Di Boyolali

Jual Beli Tanah Di Boyolali, mungkin sebagian besar dari Kita masih merasa asing dengan nama kota ini, atau mungkin sebagian dari kita justru mengenalnya sangat dekat, jika Anda pernah sesekali singgah atau melewati kota ini mungkin Anda sudah memiliki bayangan saat ini, namun bagaimana yang belum?, di sini kami akan sedikit bercerita tentang potensi yang ada di Boyolali.

Memiliki Bandara Internasional

Jika Anda sering bepergian dari Jakarta ke Solo atau dari kota lainnya dengan pesawat terbang, maka setibanya di kota Solo Anda akan sedikit keheranan, karena Anda tidak berada di Bandara Solo tapi ternyata Bandara Adi Soemarmo Boyolali, yah kota ini memiliki Bandara Internasional yangmelayani penerbangan domestik dan internasional setiap harinya, bahkan Bandara ini difungsikan sebagai embarkasi keberangkatan jamaah haji setiap tahunya dari seluruh calon Jamaah Haji Jawa Tengah dan DIY.

Jalur distribusi utama dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang ke Surakarta (Solo) dan Klaten

Boyolali merupakan jalur penghubung Antara Kota Semarang dan Kota Solo, sebagai jalur utama tentunya tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi, selain itu seluruh distribusi dari Semarang ke Kota Solo melalui Kota ini.

Calon Kota Industri Utama

Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah, kabupaten Boyolali selain sebagai Lumbung Padi Propinsi Jawa Tengah, juga dicanangkan sebagai Kota Industri yang menyerap tenaga kerja dari Kabupaten sekitar seperti Semarang, Sukoharjo, Klaten dan Magelang. Oleh karena itu potensi meningkatnya jumlah kepadatan penduduk pasti akan terjadi.

Kondisi Alam Yang Mendukung

Di Boyolali, tersedianya sumber daya alam kebutuhan dan pangan merupakan nilai tambah tersendiri untuk berpotensinya tingkat kepadatan penduduk di kota ini yang secara langsung berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal, dari situ peluang ini dilirik para Pengembang Perumahan yang telah ada.

Tentunya hal-hal tersebut tidak mewakili secara keseluruhan, namun paling tidak dapat kita jadikan acuan gambaran akan potensi yang dapat kita manfaatkan dari kota ini.

Nah bagaimana menurut anda tentang peluang usaha membeli tanah di boyolali?
Tentunya sedikit penelitian akan membuat anda menjadi lebih mendapat untung besar.