6 Tipe Tanah Kavling

6 Tipe Tanah Kavling – Setelah tahu patokan dalam memilih tanah, pertimbangan lainnya adalah melihat tipe tanah kavling yang sesuai dengan letak dan posisinya terhadap lingkungan sekitar. Dalam buku “Menjadi Kaya melalui Properti” karya pengamat properti Panangian Simanungkalit, dibeberkan enam tipe tanah kavling.

1. Tipe kuldesak

Tipe kavling ini lokasinya di ujung jalan buntu. Sedangkan ke bagian belakang makin melebar. Terbilang cocok dibangun rumah tinggal meski nilai minusnya adalah area depannya sempit untuk lahan parkir.

2. Tipe interior lot

Tipe tanah kavling ini berada di tengah-tengah perumahan. Minusnya hanya memiliki satu pandang ke depan saja tapi bagus dari segi keamanan.

3. Tipe corner lot

Sebutan lainnya adalah tanah hook atau di sudut. Lantaran di sudut, biasanya ada kelebihan tanah. Biasanya tipe kavling tanah ini banyak dimanfaatkan untuk bangunan komersial karena muka bangunan lebih luas.

4. Tipe intersection lot

Disebut juga sebagai tipe tanah tusuk sate. Nilai plusnya ada di pandanganya yang luas tapi dinilai kurang aman dari segi keamanan.

5. Tipe key lot

Tanah tipe ini berlokasi di tengah-tengah yang mengunci bangunan di sekelilingnya. Nilai lebihnya ada pada bentuknya yang memanjang ke belakang dengan area parkir yang luas.

6. Tipe flag lot

Dari istilahnya bisa ditebak bentuknya seperi bendera. Mirip huruf L. tipe kavling ini tak cocok didirikan bangunan komersial.

Setelah tahu patokan apa saja yang menjadi pertimbangan, sekarang saatnya berburu lokasi tanah dengan harga terbaik. Terbaik di sini pengertiannya lebih miring. Paling rasional mengincar lokasi tanah di pinggiran Jakarta.

Memaksakan incar tanah di Jakarta mesti punya modal supergede. Sebut saja harga tanah di kawasan Kebon Jeruk dan Puri di Jakarta Barat sudah menembus Rp 35 juta per meter persegi. Lebih-lebih di kawasan Karet, Jakarta Pusat, yang menyentuh Rp 50 juta per meter persegi.

Lokasi tanah di pinggiran Jakarta pun juga menarik sebagai investasi. Sudah pasti harga tanah di sekitaran Jabodetabek bakal merangkak naik dengan persentase kenaikan yang bervariasi. Ada empat alasannya, yaitu sudah terbangunnya jalan tol dan kereta api, ada hypermart, ada saran pendidikan, dan adanya rumah sakit besar.

Cara Mendapat Untung Yang Banyak Setelah Investasi Tanah

Cara Untung Investasi Tanah – Ketika sudah memiliki tanah, dan menginvestasikan uang kita untuk tanah, maka jangan lah terburu buru untuk menjual tanah itu, nah sebaiknya anda memiliki uang cukup untuk masa tunggu ana beberapa tahun kedepan, jangan sampai anda kepepet uang dan cepat cepat anda menjual tanah, maka tentunya and aakan merugi. Maka dari itu mulailah untuk perencanaan keuangan anda.

Investasi tanah ini akan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih lama. Dibandingkan dengan dua tahun, tanah akan lebih menguntungkan jika Anda jual ketika sudah lima tahun. Hal ini seperti yang sudah dibahas diatas bahwa harga tanah setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

Dalam masa tunggu ini, Anda harus benar-benar memperhatikan keuangan Anda agar tidak collapse. Kenapa demikian? Bisa dibayangkan jika di tengah-tengah masa tunggu Anda kesulitan uang, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja terpaksa menjual tanah yang Anda miliki. Kalau tingkat keuntungan yang Anda harapkan sudah tercapai tidak masalah. Akan tetapi jika masa tunggu tanah baru satu atau dua tahun, tentu saja hal ini akan jauh menurunkan tingkat keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Kapan Harus Menjual Tanah

Pada dasarnya masa tunggu satu atau dua tahun pun sudah mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual. Akan tetapi, apakah selisih tersebut sudah dapat menutupi biaya-biaya lain yang telah Anda keluarkan, seperti biaya balik nama, pajak, biaya mengurus surat-surat, serta biaya-biaya lainnya. Bisa jadi, selisih harga beli dengan harga jual tersebut habis hanya untuk menutupi biaya-biaya tersebut, lalu apa untungnya? Padahal di sini Anda sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Karena alasan inilah Anda harus menjaga kestabilan keuangan.

Dari berbagai faktor di atas, Anda tentu bisa mendapat gambaran tentang investasi tanah yang menguntungkan ini. Tidak perlu ragu untuk menginvestasikan uang dan waktu Anda. Mungkin akan berat di awal dengan modal yang cukup besar. Namun jika Anda terus bersabar dan berusaha, niscaya Anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

Baca juga Faktor Yang Dapat Menentukan Harga Tanah

Harga Yang Tepat Mempengaruhi Besar Untung Anda

Harga Yang Tepat Mempengaruhi Besar Untung Anda – Dalam bisnis jual beli tanah, sangat diperlukan negosiasi dan legalitas tanah, untuk mendapatkan harga yang bagus kita harus mencari tahu terlebih dahulu harga tanah yang akan anda beli.
Kemudian cobalah untuk memeriksa legalitas tanah, jika sudah benar maka ajukan untuk biaya 50% masing2 untuk balik nama.
Untuk keterangan detilenya, seperti di bawah ini :

Negosiasi Harga Tanah

Dalam melakukan negosiasi harga tanah, tentu yang kita harapkan adalah pembeli setuju dengan harga yang kita tawarkan. Nah, untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan ini, sebenarnya Anda hanya butuh sebuah alasan yang kuat kenapa kita menawarkan harga tersebut kepada pembeli, jika Anda dapat memberikan alasan yang kuat kepada pembeli maka pembeli nantinya akan terpengaruh dengan alasan-alasan tersebut. Lalu, apa saja yang dapat Anda jadikan alasan? Ada banyak, contohnya adalah semua keunggulan yang dimiliki tanah tersebut, dengan keunggulan yang dimilikinya maka sebuah tanah harus dijual dengan harga yang pantas, itu jika Anda berperan sebagai penjualnya.

Kemudian, jika Anda berperan sebagai pembeli dan sedang mencari sebuah tanah, ketika menemukannya maka carilah kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh tanah tersebut, bisa dari segi lokasi, bentuk, ukuran, atau segi lainnya. Hal ini Anda lakukan agar dalam negosiasi nantinya Anda memiliki alasan yang kuat agar tanah tersebut boleh dibeli dengan harga yang lebih murah. Selama Anda tidak menipu, ini akan menjadi hal yang bagus untuk Anda lakukan.

Legalitas dan Kelengkapan Surat Tanah

Dalam kaitannya legalitas tanah, ini berkaitan dengan hak atas tanah tertentu, dan hak atas tanah ini bisa bermacam-macam, di antaranya hak sewa, hak pakai, hak milik, dan sebagainya. Kalau Anda membeli tanah tersebut bertujuan untuk memilikinya, pastikan bahwa hak yang Anda dapat merupakan hak milik atas tanah tersebut, dan pastikan bahwa surat-surat dari tanah tersebut atau sertifikat hak milik lengkap dan keabsahan yang sudah jelas.

Namun demikian, Anda tidak perlu terlalu mencemaskan hal tersebut. Untuk itu, jangan sungkan untuk bertanya kepada ahlinya, dalam hal ini notaris yang berpengalaman.

Teliti Dalam Memilih Tanah

Jeli Dalam Memilih Tanah – Kondisi tanag sangat menentukan harga tanah, jia kondisi tanah anda baik dan layak dijual, apalagi subur, pastinya akan laku dengan harga yang tinggi.
Oleh sebab itu kita harus jeli dalam melihat dan memilih tanah untuk diperjualbelikan.
Nah maka artikel kali ini akan membahas hal tersebut, yaitu sebagai berikut ulasan dan tips baik untuk memilih tanah.

Kondisi tanah ini meliputi banyak hal, diantaranya adalah bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah, ukuran tanah, dan hadap tanah, semua hal ini sangat penting Anda pertimbangkan. Untuk masalah bentuk tanah, biasanya pembeli lebih menyukai tanah yang memiliki bentuk persegi dan juga trapesium. Akan tetapi, kadang pembeli merasa enggan juga dengan bentuk persegi panjang yang lebar mukanya kurang bagus, khusus persegi panjang biasanya masih diminati selama lebar mukanya 40-75% dari total panjang tanah tersebut.

Untuk kerataan dan kepadatan tanah, ini juga akan menjadi masalah tersendiri bagi Anda karena pembeli lebih menyukai tanah yang rata dan juga padat, tanah yang tidak rata dan tidak padat tentu membutuhkan biaya untuk memperbaikinya, dan hal ini akan menjadi kelemahan dalam proses negosiasi, imbasnya adalah pembeli akan meminta potongan harga kepada Anda.

Untuk ukuran tanah, ini akan lebih baik jika Anda sesuaikan dengan lokasi tanah tersebut. Misalkan, jika Anda menemukan tanah di lokasi elit yang mayoritas adalah orang kaya, ukuran tanah yang lebih lebar akan lebih disukai karena orang kaya tentu memiliki keinginan membangun rumah mewah besar sesuai dengan impian mereka.

Dalam hal ini usahakan ukuran minimal tanah adalah 400m2, dan untuk lokasi yang mayoritas berkemampuan menengah ke bawah, usahakan ukuran maksimal tanah adalah 200m2. Ukuran ini lebih banyak diminati oleh kalangan menengah ke bawah karena harga yang lebih murah. Untuk posisi tanah, biasanya lebih disukai tanah yang menghadap utara dan selatan karena pencahayaan matahari yang merata, selain itu pembeli terkadang juga suka dengan tanah yang menghadap ke timur karena penyinaran matahari pagi.

Fungsi Surat Hak Guna Bangunan

Fungsi Surat Hak Guna Bangunan – Saat kita membeli suatu rumah, kita akan di hadapkan dengan hak kepemilikan kita. Ada beberapa hak kepemilikan tanah dan bangunan, yang terkuat adalah hak milik (HM), hak guna bangunan (SHGB) dan hak guna usaha (HGU). Masing-masing hak kepemilikan tersebut di buktikan dengan di keluarkannya sertifikat kepemilikan oleh departemen agraria/ dinas pertanahan, yaitu hak milik dengan sertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan dengan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan hak guna usaha dengan sertifikat hak guna usaha (SHGU).

HGB atau Hak Guna Bangunan merupakan hak untuk mendirikan atau memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliki pribadi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria atau paling lama selama 30 tahun. Jangka waktu dapat diperpanjang lagi jika telah habis masa penggunanaanya dan Hak Guna Bangunan (HGB) dapat ditingkatkan kekuatan hukumnya menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

Sertifikat Hak Guna Bangunan merupakan jenis sertifikat dimana pemegang sertifikat hanya dapat memanfaatkan tanah tersebut baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain, sedang untuk kepemilikan tanah tetap merupakan milik negara. Berbeda dengan Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya hanya untuk WNI, Sertifikat Hak Guna Bangunan dapat di miliki oleh orang asing. negara. Hak milik hanya bisa punyai oleh WNI yaitu hak yang sifatnya turun temurun, terkuat, dan terpenuhi oleh WNI.

Saat kita membeli rumah KPR dari pengembang, maka sertifikat yang akan kita terima adalah Sertifikat Hak Guna Bangunan.

Memang ada beberapa pengembang yang memberikan kepengurusan Hak Milik secara gratis bagi pembelinya, namun itu hanya sebagian kecil saja.

Status kepemilikan rumah biasanya di sesuaikan dengan masa Hak Guna Bangunan induk (keseluruhan perumahan milik pengembang), pengembang akan melakukan pemecahan Sertifikat Hak Guna Bangunan untuk masing-masing unit yang di beli.

Status kepemilikan Sertifikat Hak Guna Bangunan sudah aman, hanya saja kita memerlukan perpanjangan sesuai dengan batas waktu kepemilikan yang telah di tentukan.

Walau begitu sangat disarankan untuk menaikkan hak kepemilikan menjadi sertifikat hak milik (SHM).

Dibawah ini ada keuntungan dan kerugian membeli property dengan sertifikat HGB :

Keuntungan :

Tidak Membutuhkan Dana Besar.

Dengan membeli properti berstatus HGB Anda tidak perlu menyiapkan dana besar daripada membeli properti dengan status SHM. Apalagi dengan harga tanah yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk memiliki properti yang Anda inginkan.

Peluang Usaha Lebih Terbuka.

Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama. HGB biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial seperti mendirikan usaha kos, gedung perkantoran, kios, ruko, apartemen dan lain – lain. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, membeli properti dengan status HGB dapat digunakan untuk mengembangkan usaha seperti, menambah modal, sehingga peluang usaha lebih menguntungkan.

Bisa dimilik oleh Non WNI

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan, sehingga banyak Warna Negara Asing (WNA) yang bekerja atau tinggal di wilayah Indonesia. Keterbatasan status hukum yang dimiliki oleh WNA, membuat properti dengan status HGB menjadi solusi aman untuk memiliki properti. Biasanya para WNA tersebut membeli rumah, apartemen atau ruang komersil untuk mendukung pekerjaan mereka di Indonesia.

Kerugian :

Jangka Waktu Terbatas

Secara hukum HGB bukanlah hak milik atas sebuah lahan, pemilik hanya memiliki hak untuk memanfaatkan bangunan yang berdiri di suatu lahan milik negara. Secara sederhananya, apabila Anda membeli properti dengan status sertifikatnya HGB, maka yang Anda miliki hanya bangunannya saja, sedangkan tanahnya berstatus dikuasai oleh negara, sehingga diperlukan perpanjangan atas hak penggunaan lahan dan hanya bisa dilakukan sebanyak 2 (dua) kali perpanjangan. Dengan status yang bukan milik sendiri tersebut menjadikan status HGB lebih ribet, karena Anda harus mengurus perpanjangan setiap kurun waktu tertentu.

Tidak Bebas

Karena jangka waktu penggunaan yang terbatas tersebut, pemilik properti tidak bisa bebas dalam melakukan perubahan – perubahan terhadap bangunan yang berdiri. Hal ini biasanya terjadi untuk pembelian rumah yang dikelola oleh developer tertentu, pemilik harus mematuhi aturan pemugaran yang ditetapkan oleh developer.

Solusi untuk mengatasi permasalahan yang timbul ketika membeli properti HGB adalah memperhitungkan secara cermat sebelum memutuskan untuk membeli properti HGB, dalam hal keuntungan apa yang diperoleh selama memiliki properti tersebut dan perhitungkan jumlah dana yang dikorbankan dengan potensi keuntungan yang di dapat, sehingga resikonya bisa diminimalisir.