Trik Membeli Tanah Sebagian dan Memecah Sertifikat

16 Januari 2017

Trik Membeli Tanah Sebagian dan Memecah Sertifikat – Dalam jual beli tanah seringkali karena beberapa sebab pembeli hanya dapat membeli sebagian saja dari luas tanah yang dijual. Tentunya hal ini dapat disebabkan antara lain si penjual mungkin hanya memerlukan sedikit uang atau tidak ingin kehilangan seluruh aset tanah, atau kemungkinan tanah tersebut memiliki status kepemilikan bersama sehingga si penjual hanya dapat menjual tanah sesuai luas bidang kepemilikannya saja.

Trik Membeli Tanah Sebagian dan Memecah Sertifikat

Dalam melakukan jual beli atas sebagian tanah ini, ada dua cara yang dapat ditempuh oleh para pihak yang akan melakukan jual beli. Mungkin dari anda, ada yang belum mengetahuinya, maka dari itu disini kami akan memberikan beberapa tips yang dapat anda gunakan.

Cara pertama

Dengan melakukan pemecahan terlebih dahulu atas sertifikat lalu melakukan jual beli dihadapan PPAT.

Pemecahan ini didasarkan atas Pernyataan Pemecahan atas Nama Diri Sendiri oleh si pemilik dengan disertai alasan pemecahan tersebut. Dalam hal ini status tanah akan dialihkan kepada pihak lain secara sebagian-sebagian. Setelah proses pemecahan sertifikat dilakukan di BPN, maka hendaknya dibuat Pengikatan Jual Beli (PJB) dimana menyatakan bahwa Akta Jual Beli (AJB) akan dilakukan setelah proses pemecahan sertifikat selesai. Proses pembayaran harga dapat dilaksanakan pada saat penandatanganan PJB ini atau dapat juga dilunasi pada saat AJB selesai tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Cara kedua

Dengan membuat AJB atas sebagian tanah, sehingga pembayaran atas sebagian tanah tersebut telah selesai saat penandatanganan AJB. Kemudian berdasarkan Pernyataan Pemecahan Atas Diri Sendiri atau AJB sebagian, BPN akan meninjau untuk melakukan pengukuran dan kemudian dapat diterbitkan sertifikat pecahannya. Baca tulisan mengenai Proses lanjutan pembuatan akta jual beli tanah

Persyaratan pemecahan sertifikat :

  • Permohonan pengukuran
  • Akta Jual Beli sebagian
  • Pernyataan tanda batas tanah oleh pemilik
  • Pernyataan Pemecahan,Atas Nama Diri Sendiri
  • Asli sertifikat
  • Foto copy PBB tahun berjalan
  • KTP dan Kartu Keluarga Pemohon
  • KTP dan Kartu Keluarga Penjual (jika proses jual beli sebagian)
  • Surat kuasa,jika dikuasakan
  • Tapak kavling,untuk daerah tertentu
  • Melampirkan bukti pembayaran pajak atas jual beli

Lamanya proses pengurusan pemecahan atau pemisahan sertifikat ini bisa mengacu kepada Lampiran II Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan adalah 15 hari.

Baca Juga : 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *