Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah

8 Agustus 2018

Tata Cara Jual Beli Tanah Dan Rumah

Tanah merupakan suatu lahan investasi dimana harganya semakin hari semakin naik. Ketika suatu tanah baik tanah kosong maupun tanah yang terdapat suatu bangunan di iklankan untuk dijual. Maka dengan segera para peminat yang ingin membeli tanah yang di iklankan tersebut akan mulai berdatangan. Berikut adalah cara jual beli tanah dan rumah yang layak anda baca.

Lihat Lokasi Tanah Secara Langsung

Langkah pertama dalam membeli tanah adalah melihat bagaimana keadaan tanah tersebut secara langsung. Lihat keadaan sekitar lahan tanah yang hendak dijual Dan jika di lahan tanah tersebut terdapat bangunan rumah, cermati apakah rumahnya terlihat angker, berada di dekat gardu listrik. Cermati pula kondisi bangunan. Apakah bahan-bahan yang digunakan dalam membangun merupakan bahan bangunan bermutu, apakah memerlukan renovasi rumah karena banyak tembok retak

Pertimbangkan pula kondisi keuangan anda. Apakah keuangan anda mencukupi untuk melakukan pembelian lahan tersebut. Jika pun anda memang sudah yakin ingin membeli tanah tetapi keuangan anda kurang. Maka anda dapat menempuh jalan cara gadai sertifikat rumah di bank.

Membuat Kesepakatan Harga Dengan Penjual

Untuk menentukan harga tanah serendah mungkin namun tentu saja masih dalam tahap harga pasaran. Tanyakan pula tentang sertifikat rumah untuk mengecek keaslian siapa pemilik tanah. Jika memang tanah belum bersertifikat, maka tanyakan girik tanah/petok d. Jika kelak proses jual beli selesai anda dapat membuat sertifikat tanah sendiri dari girik/petok ditersebut cara membuat sertifikat tanah.

Membuat perjanjian untuk pembuatan AJB (Akta jual beli)

Jika anda sebagai pembeli dan penjual tanah telah menemui kesepakatan dalam masalah harga dan bagaimana cara anda membayar harga tanah tersebut maka segera lakukan akta jual beli di hadapan notaris atau PPATK (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jika terdapat masalah dalam keberadaan sertifikat. Dimana mungkin saja pemilik masih menggadaikan sertifikat tersebut ke bank maka anda dapat membuat bentuk perjanjian lainnya seperti PPJB (Perjanian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan jual beli).

Memeriksa keaslian sertifikat

Sebelum menandatangani AJB, maka anda diharuskan memeriksa keaslian sertifikat lahan yang ingin anda beli. Cara memeriksa keaslian sertifikat dapat anda tanyakan langsung ke kantor badan pertanahan setempat, agar tidak mudah tertipu adalah dengan menanyakan kepada notaris, sehingga nanti yang akan memeriksa keaslian sertifikat ke badan pertanahan.

Mencari Surat Keterangan Bebas Sengketa

PPAT/notaris dapat menolak pembuatan AJB jika terdapat masalah sengketa mengenai lahan yang sedang diperjual belikan. Karena itu lebih baik, membuat surat bebas sengketa dahulu di kantor kelurahan setempat.

Penandatanganan aktar jual beli

Untuk melakukan pembutan AJB, diwajibkankedatangan kedua belah pihak baik pihak penjual maupun pembeli. Jika salah satu tidak berkenan hadir maka dapat digantikan dengan adanya surat kuasa tertulis yang menjelaskan pemindahan kekuasaan untuk menandatangani AJB. Saksi yang dibutuhkan paling sedikit adalah dua orang.

PPAT/Notaris akan membacakan dan menjelaskan isi klausul AJB. Bila semua pihak sudah mengerti dan menyetujui semua klausul yang ada di AJB maka penandatanganan akan dilakukan oleh pihak penjual, pembeli, saksi dan petugas PPAT/Notaris. AJB akan dibuat dua rangkap untuk disimpan di notaris dan diserahkan ke badan pertanahan. Untuk pihak penjual dan pembeli akan diberikan salinannya masing-masing.

Baca juga: Daftar Harga Tanah Termahal Di Jakarta Dan Sekitarnya

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *