Tarif Mengurus Sertifikat Tanah

Mengurus sertifikat tanah menjadi hal yang penting terkait dengan kelangsungan hidup dan aset berharga. Jika terpenuhi, maka Anda tidak perlu khawatir lagi untuk tinggal di rumah Anda selamanya. Selain itu, Anda juga dapat mewariskan hak tanah kepada anak cucu. Untuk itu, Anda perlu memahami dan menaati prosedur yang ada untuk mengurus hak milik atas tanah untuk rumah tinggal Anda. Hal-hal yang berhubungan dengan kepemilikan hak-hak atas tanah seperti Hak Milik dan Hak Guna Bangunan diatur dalam Bagian III dan Bagian V UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Keterangan: NPT = Nilai Perolehan Tanah. NPTTKUP = Nilai Perolehan Tanah Tidak Kena Uang Pemasukkan. NPT & NPTTKUP bisa dilihat di SPT PBB. NPT = NJOP Tanah. NPTTKUP = NJOPTKP. Jangka waktu HGB bisa dilihat di sertifikat tanah. UP HGB = Uang Pemasukan HGB. Jangka waktu 30 tahun : 1% x (NPT-NPTTKUP) Kurang dari 30 tahun : (Jangka Waktu HGB yang diberikan/30) x {1% x (NPT-NPTTKUP)} Rumus:┬á [Luas tanah x (NJOP-NJOPTKP) ] x 5% + biaya notaris Biaya notaris antara 750rb s/d 2,5juta. Pajak Penjual dan Pajak Pembeli Berhati-hatilah dengan penjual rumah yang ingin menjual rumahnya dengan harga bersih. Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apakah harga bersih adalah…

Cara Membuat Sertifikat Tanah

Cara Membuat Sertifikat Tanah– Data fisik tanah dalam Surat Ukur yang terlampir dalam sertifikat hanya berupa ukuran luas dan tidak melampirkan ukuran lainnya secara detail. Selain itu, data bangunan juga tidak dicantumkan dalam sertifikat. Keterangan yang tercantum hanya tertera jika di atas tanah tersebut terdapat bangunan. Sertifikat tanah terdiri dari beberapa jenis, antara lain sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), dan Sertifikat Hak Milik (SHM). Adapun, untuk SHM hanya diperuntukkan untuk warga Negara Indonesia. Sementara HGU dan HGB diperbolehkan dimiliki oleh warga asing, namun dalam jangka waktu tertentu. Membuat sertifikat tanah sebenarnya adalah perkara mudah, namun memang cukup memakan waktu. Untuk itu, Anda harus bersabar. Jika bisa, dalam mengurus sertifikat tanah dilakukan sendiri oleh pemilik tanah. Hal tersebut seharusnya lebih ekonomis atau menekan biaya pengeluaran. Adapun langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sertifikat tanah, antara lain: 1. Menyiapakan Dokumen Anda harus menyiapkan dan melampirkan dokumen-dokumen yang menjadi syarat. Tentunya, syarat ini perlu disesuaikan dengan asal hak tanah. Adapun, syarat-syaratnya mencakup: Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB); Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB); Identitas diri berupa┬áKartu Tanda Penduduk (KTP)dan Kartu Keluarga (KK); SPPT PBB; dan Surat pernyataan kepemilikan lahan. Selain itu, mungkin Anda mungkin berkeinginan membuat sertifikat tanah atau girik….