Tips Cara Jual Beli Tanah Tanpa Sertifikat

Jual beli tanah bukti kepemilikan berupa sertifikat tanah, merupakan masalah pemilik yang sering menjadi sumber konflik masyarakat. Ada yang melakukan transaksi kesepakatan lisan antara penjual dan pembeli, bahkan ada orang yang nekat menjual tanah yang sudah dijualnya. Tanah yang dijual tanpa surat juga akan menjadi masalah yang besar yang dilakukan masyarakat. Jual beli tanah merupakan proses peralihan hak atas tanah yang sudah ada sejak zaman dahulu, dan dalam hukum adat dengan prinsip terang dan tunai.  Terang artinya dilakukan diharapkan penjabat umum berwenang. Tunai artinya tanah yang dibayar secara cash atau uang tunai. Apabila harga belum lunas maka belum dapat dilakukan proses jual beli tanah. Pejabat Pembuat Akta Tanah Sistem jual beli tanah menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (dikenal dengan nama UUPA) dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk dibuatkan aktanya. Sebagaimana dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, PPAT adalah pejabat umum yang diangkat Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diberikan kewenangan khusus untuk membuat akta-akta tertentu, yaitu akta jual beli, tukar-menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan, pembagian hak bersama, pemberiaan hak tanggungan, pemberian hak guna bangunan atas tanah hak milik,dan pemberian hak pakai atas tanah…