Biaya Yang Diperlukan Dalam Proses Jual Beli Rumah
Harga Tanah / 10 Agustus 2018

Biaya Yang Diperlukan Dalam Proses Jual Beli Rumah Transaksi jual beli rumah tidak terlepas dari banyaknya biaya-biaya untuk mengurusnya. Adapun, biaya-biaya tersebut ada yang resmi dibayarkan kepada negara atau pemerintah daerah dan ada juga biaya untuk pejabat yang melaksanakan jual beli tersebut, namun dapat dinegosiasikan. Biaya yang resmi dibayarkan tersebut seperti PPh, BPHTB, PNBP, sedangkan biaya lainnya, seperti biaya untuk PPAT. Berikut adalah beberapa biaya yang diperlukan dalam proses jual beli tanah. Pengecekan Sertifikat Pengecekan sertifikat dilakukan sebelum transaksi jual beli rumah dilakukan, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada catatan sita, catatan blokir atau catatan yang lainnya. Pengecekan sertifikat ini dilakukan di kantor pertanahan setempat, dan biaya tergantung dari masing-masing kebijakan kantor tersebut, dan biasanya biaya ini ditanggung oleh pembeli rumah, namun tentu hal ini sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli rumah. Untuk biaya pengecekan sertifikat ini sendiri tergantung kebijakan kantor pertanahan setempat. Biaya Akta Jual Beli (AJB) Pembuatan akta jual beli atau yang biasa disingkat (AJB) juga memerlukan dana. Pembuat AJB adalah PPAT (Pejabat Pembuat akta tanah). Besarnya harga AJB (Akta jual beli) di PPAT itu berbeda-beda pada tiap-tiap daerah, Namun harga AJB tersebut tidak boleh lebih dari 1% dari harga transaksi yang tertera dalam Akta….

Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama
Tanah Warisan / 9 Agustus 2018

Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama Untuk menjual tanah yang belum di baliknamakan atau di sertifikatkan bisa-bisa saja, asalkan ketika melakukan AJB (Akta Jual Beli) ditanda tangani oleh semua anak yang berhak didalam mendaptkan tanah warisan tersebut. Jika berhalangan hadir untuk menanda tangani pada saat proses AJB, bisa menggunakan surat kuasa. Tetapi jauh sebelum melakukan Akta Jual Beli, seharusnya melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses legalitas hukum tanah pada saat jual beli tanah waris tersebut. Adapun surat-surat yang diperlukan sebagai berikut: Surat kematian, surat ini diperlukan untuk meneruskan didalam pembuatan akta kematian. Surat keterangan ahli waris, surat ini bisa dikeluarkan oleh pengadilan Agama yang berkaitan dengan siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkan warisan tersebut. Surat ini penting karena berkaitan dengan siapa saja yang wajib menanda tangani proses AJB dengan surat tanah yang diwariskan oleh orang tua tersebut. Berikut adalah proses melakukan AJB (akta jual beli) sebagai berikut: Data Tanah Untuk data tanah, berikut ini yang melengkapinya. PBB selama 5 tahun terakhir (Asli) Sertifikat tanah (Asli) IMB (Jika Ada) Bukti pembayaran listrik dan telepon (jika ada) Jika masih diberi oleh hak tanggungan misalnya (hipotik), maka harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan. Data Penjual dan Pembeli…

Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Watisan Dengan Mudah Dan Aman

Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Watisan Dengan Mudah Dan Aman Sebagian orang masih ada yang belum paham tata cara mengurus sertifikat tanah hibah atau warisan. Memang yang sedikit menyulitkan adalah jika nama yang tercantum dalam sertifikat bukan atas nama orang tua atau keluarga melainkan orang lain (penjual). Sedangkan kelengkapan dokumen otentik lain yang dipegang adalah Akta Jual Beli atau AJB, yang ditandatangani oleh orang tua. Pertanyaannya, bagaimana tahap yang benar dalam mengurus balik nama sertifikat. Berhubung sertifikat tanah masih atas nama penjual, maka sebaiknya ahli waris perlu mengurus balik nama sertifikat. Tahap awal, pemohon harus membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris dari orang tua. Surat Keterangan Waris harus dibuat oleh ahli waris, dan disaksikan oleh dua orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa tempat tinggal pewaris. Sedangkan syarat lainnya dan prosedur diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.1 tahun 2010, dan biaya diatur dalam PP No. 14 tahun 2010. Berikut adalah surat yang perlu anda siapkan untuk mengurus sertifikat tanah warisan: Mengisi formulir permohonan dan ditandatangani diatas materai. Formulir pemohonan ini memuat : Identitas diri Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon Pernyataan tanah tidak sengketa Pernyataan tanah dikuasai secara fisik…

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Sertifikat atas nama pewaris bisa diajukan balik nama ke atas nama seluruh ahli waris ke Kantor Pertanahan dengan melampirkan SKW. Dalam pengajuan balik nama ini tidak ada proses jual beli, peralihan haknya hanya karena warisan atau dalam istilah populer disebut turun waris. Banyak masyarakat yang merasa malas untuk mengurus masalah legalitas, contohnya seperti mengurus balik nama sertifikat tanah warisan. Sebenarnya, untuk mengurus masalah ini tidaklah sulit. Namun memang, terlebih dahulu harus mengumpulkan beberapa data dan kelengkapannya. Bagi Anda yang ingi mengetahui bagaimana cara balik nama sertifikat tanah warisan, berikut ini adalah tahapannya : 1. Membuat Surat Keterangan Waris Langkah awal dalam membaut surat tanah waris bisa anda lakukan dengan cara yang ada dibawah ini. Membuat surat pengantar Lankah pertama yang dilakukan adalah membuat surat pengantar untuk membuat surat keterangan waris, cara dengan datang ke RT dan RW dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah orang tua dan surat kematian. Mengajukan ke kantor kelurahan Setelah mendapatkan surat pengantar, kemudian Anda melanjutkannya dengan mengajukan permohonan ke kantor kelurahan. Caranya Anda datang ke bagian pelayanan umum kemudian mengisi formulir dan surat pengantar dengan membawa dokumen membuat surat keterangan waris, cara dengan datang…

Panduan Jual Beli Tanah Dengan Aman Dan Cepat
Harga Tanah / 31 Juli 2018

Panduan Jual Beli Tanah Dengan Aman Dan Cepat Jual beli tanah adalah suatu penjanjian dimana pihak yang memiliki tanah menawarkan dan membeli tanah sesuai dengan harga tanah dan lokasi tersebut. Dengan melakukan jual beli tanah tersebut belum terjadi perubahan apa pun pada ha katas tanah yang bersdangkutan, biarpun misalnya, pembelian sudah membayar pebuh harganya dan tanahnya pun secara fisik sudah diserahkan kepadanya. Pada saat pembelian tanah ternyata status tanahnya malah sengketa atau seperti yang diutarakan oleh Sumarni Boer, seorang Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), kasus yang sering terjadi biasanya menyangkut sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat asli. Meski urusan transaksi jual beli mungkin hal yang biasa bagi banyak orang, tapi pada kenyataannya, untuk urusan jual beli tanah memang masih banyak yang belum memahami tata caranya dengan benar. Apabila sudah terjadi kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk melakukan jual beli atas sebidang tanah, maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah: 1. Menyiapkan Persyaratan Penjual: Sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual. Kartu Tanda Penduduk. Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga (atau akta kematian jika sudah meninggal. Kartu Keluarga. Pembeli: Kartu Tanda Penduduk. Kartu Keluarga. 2. Mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah Penjual…