Proses Jual beli dan Balik Nama Sertifikat Tanah

7 April 2018

Ketika anda membeli sebuah tanah kosong ataupun tanah bangunan, ada bebertapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai di kemudian hari tanah ataupun bangunan yang kita beli menjadi sengketa. Karena mengurus suatu sengketa tanah membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan juga sangat menguras pikiran. Proses Jual beli dan Balik Nama Sertifikat Tanah yang dapat kami jabarkan:

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membeli sebuah tanah/bangunan

  1. Pastikan Letak dan Luas Tanah
    Kondisi fisik tanah haruslah jelas. Karena ini merupakan kepastian obyektif yang bisa menunjukkan batas kepemilikan tanah. Biasanya keterangan obyektif tersebut dinyatakan dalam bentuk surat ukur atau gambar situasi yang menunjukkan letak, batas, bentuk, dan luas tanah.
    Kelebihan lain untuk memperhatikan hal ini adalah agar tanah Anda tidak tumpang tindih dengan tanah mirik orang lain. Ketika ukuran pasti dari tanah sudah jelas, dan dicek langsung oleh juru ukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maka Anda bisa melanjutkan proses balik nama.
    Merujuk dasar hukum PP No 13/2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN, biaya untuk Pelayanan Pengukuran seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat adalah sebagai berikut:
    Luas Tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp100.000
    Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp14. 000.000
    Luas Tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp134.000.000
    * Tu (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran)
  2. Status Kepemilikan Tanah
    Sebelum melangkah ke kantor BTN, ada baiknya Anda mencari tahu lebih dulu soal status atau dasar hukum atas kepemilikan tanah tersebut. Entah hasil dari jual-beli, warisan, barter, atau bahkan hibah.
    Umumnya, catatan tersebut akan dicantumkan di dalam sertifikat tanah, termasuk ke dalam riwayat kepemilikan tanah.
  3. Persyaratan Lengkap
    Mengutip laman resmi BPN, persyaratan untuk membalik nama sertifikat tanah yakni:
    – Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
    – Surat Kuasa apabila dikuasakan
    – Fotokopi identitas pemohon/pemegang dan penerima hak (KTP, KK) serta kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    – Sertifikat asli
    – Untuk perorangan yang keperdataannya tunduk pada hukum perdata dibuktikan dengan penetapan Pengadilan. Atau yang tunduk pada hukum adat dibuktikan dengan surat pernyataan perubahan nama dari yang bersangkutan, diketahui Kepala Desa/Lurah dan Camat setempat.
  4. Prosedur Balik Nama
    Selambatnya dibutuhkan waktu sekitar tujuh hari kerja untuk sertifikat baru itu selesai.
  5. Biaya Normal
    Proses pengurusan balik nama sertifikat di BPN seperti yang tercantum di atas, biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari. Hanya saja, sertifikat baru akan keluar setelah lima hari berikutnya.
    Biaya pendaftaran untuk layanan ini adalah Rp50.000. Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk proses balik nama tergantung pada nilai tanahnya (Nilai Jual Objek Pajak)

Proses balik nama juga membutuhkan waktu. Sebaiknya setelah membeli sebuah tanah atau rumah, sertifikat tersebut dibalik nama hal ini juga bertujuan untuk mengupdate data di BPN, menghindari sengketa atau perselisihan dimasa mendatang.

Prosedur Balik Nama

  1. Penjual dan pembeli telah menandatangani Akta Jual Beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika akta jual beli belum ditandatangani oleh penjual, pembeli, PPAT, dan saksi.
  2. Penjual telah melunasi pajak penghasilan (PPh), sementara pembeli telah melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika PPh, BPHTB, PBB, belum dilakukan pembayaran lunas.
  3. Pembeli dan penjual telah melunasi biaya Akta Jual Beli sekaligus bea balik nama sertifikat pada PPAT yang ditunjuk. Untuk jasa pelayanan yang maksimal, penjual dan pembeli sebaiknya membayar jasa PPAT di muka. Hal ini dimaksudkan, ketika proses balik nama sertifikat rumah telah selesai, maka pembeli tinggal mengambil sertifikat yang telah balik nama tersebut tanpa mengeluarkan biaya lagi.
  4. Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan disertakan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, bukti pelunasan BPHTB.

Untuk proses balik nama maka yang diserahkan ke BPN adalah sertifikat aslinya berikut salinan akta jual beli.

Demikianlah hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan jual beli sebuah tanah. Lakukan balik nama agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

link alternatif untuk login judi adu ayam online sm558 melalui android atau pc komputer, serta pendaftaran sm558 gratis.

Live Chat Sbobet Indonesia adalah salah satu cara mempermudah Anda untuk berkomunikasi langsung dengan agen Sbobet Indonesia. Seperti yang Anda ketahui, Sbobet merupakan situs Sportsbook judi online Terbesar.


link alternatif agen resmi s128 sabung online atau adu ayam yang di siarkan secara live streaming langsung dari arena pertandingan di filipina, sabungonline.net adalah salah satu situs atau website pelayanan judi sabung online yang di sediakan oleh betplace88 untuk memberi kemudahan dan kenyamanan dalam bermain s128.


link alternatif layanan daftar sm558 dan login sabung ayam online live streaming dengan sistem layanan yang baik serta didukung livechat support  sm558 Indonesia 24 jam setiap hari.


situs judi sabung online dan adu banteng sm558 indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.


Situs judi taruhan sabung online dan adu banteng sm558 android indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.