Pertumbuhan Harga Tanah Batam paling Tinggi

16 Januari 2017

Pertumbuhan Harga Tanah Batam paling Tinggi – Menurut Survei properti residensial Bank Indonesia yang menyatakan bahwa kenaikan harga tanah di Batam, Kepulauan Riau, tepatnya di Inti Kota atau pusat perbelanjaan di Kota Batam tercatat paling tinggi se-Indonesia secara tahunan sepanjang tahun 2016. Pertumbuhan harga tanah di kota Batam pada periode tersebut mencapai sebesar 17,77%.

Selain Kota Batam, adapaun kota lain yang juga mengalami kenaikan adalah kota Makassar juga tercatat mengalami pertumbuhan harga tanah tertinggi kedua, dimana pada periode tersebut harga tanah di Makassar mengalami kenaikan sebesar 13,12%. Sementara kenaikan harga tanah terendah terjadi di Serpong,NTT dengan angka 1,38%.

Bank Indonesia menjelaskan, secara umum harga tanah residensial mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga tanah residensial secara tahunan tercatat hanya sebesar 4,62%. Angka tersebut melambat dibandingkan 5,46 persen pada dua tahun terakhir ini.BatamDilihat berdasarkan tipe tanah, kenaikan harga tanah terendah terjadi pada tanah atau lahan yang luas yakni 3,10%. Sementara tanah dengan tipe yang lebih sempit mengalami kenaikan harga paling tinggi 6,80%. Berdasarkan wilayah, sementara kenaikan harga tanah tertinggi terjadi di Batam 17,77% dan Makassar 13,12%.

Demikian halnya dengan kinerja harga tanah residensial secara triwulanan. Pada triwulan IV-2016 indeks harga tanah residensial berada pada level 190,02 atau tumbuh tipis hanya 0,73%. Catatan ini melambat 0,99% dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Secara triwulanan, perlambatan harga tertinggi terjadi pada tanah yang tipe luas. Hasil survei mengindikasikan kenaikan harga terjadi pada semua tipe tanah atau lahan dengan pergerakan terendah pada lahan atau tanah tipe luas yakni 0,38%.

Dibandingkan tipe lainnya, tanah dengan tipe sempit mengalami kenaikan harga tertinggi yakni 1,04% secara triwulanan. Berdasarkan wilayah, Medan mengalami peningkatan harga tertinggi yaitu sebesar 3,21% secara kuartalan diikuti Bandar Lampung 2,38%. Kedua kota tersebut mengalami kenaikan harga tertinggi untuk tanah dengan tipe sempit, masing-masing sebesar 4,23% dan 6,55%. Sementara itu, kenaikan harga tanah terendah terjadi di kota Pontianak  hanya sebesanr 0,21%.

Demikian sebagian dari artikel yang kami berikan kepada anda mengenai masalah kenaikan harga tanah di wilayah Indonesia.Jadi dapat kita simpukan bahwa selama tahun 2016, Pertumbuhan Harga Tanah Batam paling Tinggi. Tunggu lagi update lanjutan informasinya ya. Terima Kasih sudah berkunjung di website kami, semoga bermanfaat.

Baca Juga : 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *