Panduan Jual Beli Tanah Dengan Aman Dan Cepat

Panduan Jual Beli Tanah Dengan Aman Dan Cepat

Jual beli tanah adalah suatu penjanjian dimana pihak yang memiliki tanah menawarkan dan membeli tanah sesuai dengan harga tanah dan lokasi tersebut. Dengan melakukan jual beli tanah tersebut belum terjadi perubahan apa pun pada ha katas tanah yang bersdangkutan, biarpun misalnya, pembelian sudah membayar pebuh harganya dan tanahnya pun secara fisik sudah diserahkan kepadanya.

Pada saat pembelian tanah ternyata status tanahnya malah sengketa atau seperti yang diutarakan oleh Sumarni Boer, seorang Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), kasus yang sering terjadi biasanya menyangkut sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat asli.

Meski urusan transaksi jual beli mungkin hal yang biasa bagi banyak orang, tapi pada kenyataannya, untuk urusan jual beli tanah memang masih banyak yang belum memahami tata caranya dengan benar. Apabila sudah terjadi kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk melakukan jual beli atas sebidang tanah, maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah:

1. Menyiapkan Persyaratan

Penjual:

Sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual.

  • Kartu Tanda Penduduk.
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga (atau akta kematian jika sudah meninggal.
  • Kartu Keluarga.

Pembeli:

  • Kartu Tanda Penduduk.
  • Kartu Keluarga.

2. Mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah

Penjual dan pembeli bersama-sama mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat Akta Jual Beli tanah (AJB) sambil membawa persyaratan yang telah disiapkan sebelumnya.

PPAT adalah pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mempunyai kewenangan membuat AJB.

3. Proses pembuatan AJB

Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.

  • Sebelum membuat AJB, PPAT akan melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor BPN. Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.
  • Penjual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran biasanya di Bank yang telah ditunjuk.
  • Pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
  • Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
  • PPAT menolak pembuatan AJB apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa

Pembuatan AJB

  • Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
  • Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
  • Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
  • Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka selanjutnya akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan PPPAT.
  • Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
  • Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

Setelah pembuatan AJB telah selesai, kemudian menyerahkan berkas ke kantor BPN untuk keperluan balik nama sertifikat. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya 1 minggu atau 7 hari kerja saat bertandatangan surat tersrebut.

Setelah berkas tersebut disampaikan ke Kantor BPN, maka pihak BPN akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT. Dan selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan tersebut diserahkan kepada Pembeli. Selanjutnya nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala BPN atau Pejabat yang ditunjuk.

Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan dibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang ditunjuk.

Baca juga; Harga Tanah Dikota Palembang

Author: admin