Harga Tanah Di Kota Malang Terus Meningkat

29 Juli 2018

Harga Tanah Di Kota Malang Terus Meningkat

Kota Malang Raya telah menjadi daerah bertujuan investasi bisnis yang menjanjikan di Jawa Timur Kondisi ini diikuti dengan melambungnya harga tanah dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi. Di Kedungkandang contohnya, harga tanah melesat dalam dua tahun terakhir.

Apalagi di  kawasan strategis, salah satu contohnya seperti di sekitar jalan kembar Gadang-Bumiayu dan sekitar Jalan Mayjen Sungkono. Camat Kedungkandang yang juga pejabat pembuat akta tanah (PPAT), Pent Haryoto mengatakan, harga tanah di sekitar kawasan  jalan kembar Gadang-Bumiayu dan Jalan Mayjen Sungkono  saat ini mulai menembus Rp 2,5 juta per meter. “Pada tahun 2012 lalu, harga tanah di kawasan itu masih berkisar Rp 1 juta,” jelasnya, itu berarti sudah meningkat 150 persen dalam waktu kurang dari dua tahun.

Dikawasan perumahan Sawojajar dipastikan taka da lagi transaksi untuk pembelian lahan kosong. Namun sudah dalam bentuk rumah. Rumah tipe 45 dengan luasan lahan sekitar 220 meter di kawasan Dirgantara sudah menembus Rp 375 juta. Padahal setahun sebelumya dilepas dengan harga sekitar Rp 250 juta.

Sedangkan untuk lokasi saat ini telah mendekati pinggiran seperti Cemorokandang juga mulai mengalami kenaikan, sekitar Rp 400 ribu per meter hingga Rp 500 ribu per meter. Itu pun harus melihat letak lahan. “Rata-rata kenaikan harga tanah sekitar 50 persen. Kalau letak sekolah dan perumahan, tentu berbeda lagi,” ujar Pent. Pemicu kenaikan harga tanah di Kedungkandang karena pertumbuhan kawasan.

Tanah di kawasan Bandungrejosari saat ini memiliki harga tanah yang meroket tinggi dimana harga tanahnya rata-rata per meter sekitar Rp 1 juta. Padahal tahun lalu, masih sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu meter persegi.  Harga tanah di kawasan Sukun yang mengalami kenaikan kurang signifikan yakni di sekitar Mulyorejo dan Bakalan Krajan. Rata-rata per meter Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Itu pun melihat akses di sekitar lahan.

Contohnya harga tanah di jalan Panji Kepanjen saat ini memiliki harga yang meningkat yakni harga per meter bisa mencapai antara Rp 2,5 juta – Rp 3 juta. Sekitar 3 – 5 tahun lalu, harga per-meter tanah hanya kisaran Rp 900 ribu. Bahkan, ada yang harga jualnya jauh lebih murah.

Pada tahun 2003, sangat banyak orang-orang yang menawarkan daerah tersebut karena sangat bagus untuk membangun properti dan juga perumahan yang mewah, tetapi banyak orang-orang yang menolak karena beralasan jauh dari perkotaan. Namun sekarang wilayah tersebut menjadi banyak peminat dan hal itu juga harga tanah di jalan Panji menjadi melembung tinggi.

Begitu juga dengan harga tanah di Jalan Trunojoyo Kepanjen. Harga per meter juga cukup tinggi, meskipun tidak semahal di Jalan Panji. Per meter tanah antara Rp 1,7 juta – Rp 2,2 juta. Kalau 3 – 5 tahun lalu, harganya hanya antara Rp 500 ribu – Rp 600 ribu per meter.

Sedangkan tanah disekitar Kepanjen Kecamatan Pakisaji, harga tanah sekarang ini sekitar Rp 500 ribu – Rp 600 ribu. Itu yang lokasinya masuk ke dalam kampung. Sedangkan tanah yang lokasinya berada di pinggir jalan raya, bisa dua kali lipatnya.

Pertumbuhan properti di Malang masih terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di wilayah ini. Selain itu, faktor mahasiswa yang kini memilih membeli rumah dari pada sewa atau kos juga mendongkrak perkembangan properti.