Harga Tanah di Bali

Harga Tanah di Bali – Besarnya permintaan membuat bisnis lahan di pulau Dewata ini tengah laris. Dari tahun ke tahun harga tanah di pulau dewata ini semakin naik karena di pulau dewata ini menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.  Sehingga pembangunan di pulau dewata pun begitu gencar dilakukan untuk mendukung daerah wisata tersebut.

Semakin meningkatnya permintaan jasa hotel di Bali membuat harga lahannya yang ada di wilayah tersebut semakin mahal. Saat ini, kisaran harga jual tanah di sana mencapai angka Rp 10 – Rp 15 juta per meter persegi. tanah di bali“Selama semester I 2012 harga tanah di Bali rata-rata naik 28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” jelas, Matthew Georgeson, Managing Partner Elite Haven lembaga riset properti Knight Frank.  Menurut dia, untuk kawasan Legian, Petitenget dan Batu Belig, harga penawaran rata-rata untuk kavling tanah berstatus hak milik di lokasi bukan daerah pesisir pantai selama semester I-2012 naik sekitar 33% sampai 36%.

Minimnya tanah di daerah Petitenget, menurut Matthew, membuat pengembang harus mengeluarkan dana investasi dengan modal yang cukup besar. “Saat ini, harga tanahnya Rp10 juta sampai dengan Rp15 juta per meter persegi. Kebanyakan kavling tanah ditawarkan dengan status kepemilikan sewa. Sangat sulit menemukan properti yang ditawarkan dengan status tanah hak milik,” paparnya.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat properti Dewa Selawa mengatakan, bisnis lahan di Bali memang sedang laris. Jika lokasinya strategis, pasti diminati investor baik di perkotaan dan daerah yang sudah padat, sehingga harga tanahnya terus melambung.

“Harga tanah terus meningkat dari Rp150 juta per are (tanah jadi siap bangun) pada tahun lalu, sekarang menjadi Rp200 juta. Bahkan ada tanah dengan lokasi strategis dijual sampai tiga kali lipat,” ujarnya.

Dewa menyatakan investasi di kawasan pengembangan Gatot Subroto Barat, Sunset Road, Mahendradatta selama dua tahun sudah meraup keuntungan berlipat-lipat. “Di Denpasar sudah sulit mencari tanah dengan harga di bawah Rp200 juta per are dan setahun lalu masih banyak yang menjual tanah per arenya Rp100 juta sampai Rp150 juta,” tuturnya.

Baca Juga : 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *