Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membeli Tanah

27 Mei 2018

Tanah merupakan salah satu aset properti yang menarik untuk dimiliki setiap orang. Tanah dinilai sebagai salah satu produk properti yang sifatnya fleksibel. Harga tak terpengaruh inflasi, minim perawatan, dan pilihan untuk mendirikan banggunan tertentu.

Ketika anda ingin membeli tanah proses yang harus dilalui memang lebih rumit dari pada membeli rumah baru. Mengetahui informasi mengenai tahap dalam membeli tanah sangat penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam proses pembelian tanah agar prosesnya berjalan dengan mudah, dan sah secara hukum, aman, dan nyaman. Untuk transaksinya membeli tanah berjalan dengan lancar sebaiknay pembelian dan penjualan memahami tahapan-tahapan yang ada dibawah ini:

1. Perhatikan kondisi tanah

Tahapan pertama yang harus di lakukan sebelum anda memastikan tanah di kawasan tersebut adalah perhatian kondisi tanahnya. Dalam kondisi tanah sangat penting diperhatikan agar proses pembelian tanah lancar anda harus melihat lahan tanah yang bagus dan melihat lokasi tersebut apakah wilayahnya strategis dalam beberapa tahun ke depan, baik infrastrutur ataupun proyek properti lainnya.

2. periksalah surat-surat

Setelah mengetahui kin disi tanah, hal selanjutnya adalah memeriksa surat-surat tanah anda. Untuk memeriksa perlengkapan surat-surat tanahnya, maka periksa juga nama pemilik dan keabsahannya. Apabila suratnya sudah bersertifikat, maka periksa apakah sertifikat tersebut sudah berpindah tangan.

Apakah suirat sertifikat belum pindah tangan maka anda harus meminta surat keterangan pendaftaran tanah di kantor kelurahan setempat. Untuk mengecek keabsahan sertifikat tanah sebelum melakukan akad dengan menggunakn jasa PPAT untuk memeriksanya.

PPAT akan memeriksa keaslin serifukart tersebut ke BPN ( badan pertanahan nasional), dengan mempercayakan proses ini kepada PPAT maka anda dapat mengetahui secara terperinci status tanah tersebut misalnya asli sedang dijaminkan, dalam sengketa atau tidak.

3. Membuat Akta jual beli (AJB)

AJB ( Akta jual beli ) dalam membuat surat Akta jual beli tanah ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui pemindahan tangan yang tertera di surat akta jual beli tanah. Setelah memastikan surat tanah tersebut tidak bermasalah, maka langkah selanjutnya adalah membuat surat AJB (Akad Jual Beli ) oleh PPAT. Dan berikut adalah persyaratan yang wajib dibawa oleh penjual dan pembeli antara lain:

Pihak Penjual:

  • Sertifikat tanah asli
  • KTP penjual suami/istri
  • Jika penjual suami/istri meninggal, maka perlu membawa serta akta kematian
  • Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 10 tahun terakhir
  • Surat persetujuan suami/istri
  • KK (Kartu Keluarga)

Pihak pembeli :

  • KTP
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Keduanya lalu mengunjungi kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengajuan AJB.

Selain kantor PPAT, pihak pembeli dan penjual juga bisa melakukan di kantor notaris ataupun kantor kecamatan yang umumnya ditunjuk sebagai kantor PPAT sementara. Beberapa proses yang bakal dilakukan antara lain;

A. Persiapan

Langkah pertama adalah dilakukan pemeriksaan terhadap keaslian surat tanah yang dibawa untuk mengetahui bahwa tanah tersebut sedang tidak dalam sengketa ataupun digadaikan.

Penjual juga perlu menyertakan surat keterangan bahwa tanah tersebut tidak sedang dalam sengketa. Sementara pihak pembeli, membuat surat pernyataan tentang ketidakberhakannya atas tanah yang melebihi batas luas maksimal.

Penjual membayar Pajak Penghasilan (PPh) dengan rumusan, PPh = NJOP/harga jual x 5%. Sementara pihak pembeli, membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan perhitungan, BPHTB = NJOP/(harga beli – nilai tidak kena pajak) x 5%.

B. Pembuatan

Dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli. Jika salah satunya tidak dapat hadir, maka bisa dikuasakan dengan dengan surat kuasa tertulis dan dihadiri oleh minimal 2 orang saksi. Umumnya adalah karyawan di kantor notaris ataupun PPAT yang ditunjuk.

AJB akan terdiri dari 2 lembar. Lembar pertama akan disimpan di kantor PPAT atau notaris yang ditunjuk, sementara lembar lainnya diserahkan ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk keperluan balik nama. Penjual maupun pembeli hanya berhak menyimpan salinannya.

4. Menyerahkan berkas ke BPN

Kemudian langkah terakhir setekah AJB selesai dibuat anda menyerahkan berkas ke BPN. Tahap ini dilakukan untuk mengurus balik nama sertifikat dan menjadi tanggung jawab PPAT. Penyerahan berkas AJB yang asli tersebut harus memerlukan waktu proses pembuatan selama tujuh hari setehan penandatanganan.

Selanjutnya nama penjual dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tanga tangan dari kepla kantor pertahanan. Sekian dari artikel kami semoga bermanfaat untuk anda dan semoga dapat menambah wawasan anda dalam membeli tanah.

Baca juga:

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *