Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama

9 Agustus 2018

Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Balik Nama

Untuk menjual tanah yang belum di baliknamakan atau di sertifikatkan bisa-bisa saja, asalkan ketika melakukan AJB (Akta Jual Beli) ditanda tangani oleh semua anak yang berhak didalam mendaptkan tanah warisan tersebut. Jika berhalangan hadir untuk menanda tangani pada saat proses AJB, bisa menggunakan surat kuasa.

Tetapi jauh sebelum melakukan Akta Jual Beli, seharusnya melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses legalitas hukum tanah pada saat jual beli tanah waris tersebut. Adapun surat-surat yang diperlukan sebagai berikut:

Surat kematian, surat ini diperlukan untuk meneruskan didalam pembuatan akta kematian.

Surat keterangan ahli waris, surat ini bisa dikeluarkan oleh pengadilan Agama yang berkaitan dengan siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkan warisan tersebut. Surat ini penting karena berkaitan dengan siapa saja yang wajib menanda tangani proses AJB dengan surat tanah yang diwariskan oleh orang tua tersebut.

Berikut adalah proses melakukan AJB (akta jual beli) sebagai berikut:

Data Tanah

Untuk data tanah, berikut ini yang melengkapinya.

  • PBB selama 5 tahun terakhir (Asli)
  • Sertifikat tanah (Asli)
  • IMB (Jika Ada)
  • Bukti pembayaran listrik dan telepon (jika ada)
  • Jika masih diberi oleh hak tanggungan misalnya (hipotik), maka harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan.

Data Penjual dan Pembeli

Untuk data penjual dan pembeli ada dua macam, yaitu bisa perorangan atau Badan. Berikut ini syarat-syarat yang diperlukan oleh pembeli.

+Perorangan

  • FC KTP suami Istri
  • FC Kartu Keluarga
  • FC Akta Nikah/Surat Nikah

+Badan

  • FC KTP Komisaris atau direksi yang mewakili
  • FC AD/ART Perusahaan

RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) jka hendak menjual bahwa pernyataan untuk menjual sedikit asset yang di punya.

Apabila nama yang tercantum di surat tersebut sudah meninggal, maka surat tersebut diperlukan sebagai berukut.

  • Surat Keterangan Waris
  • Untuk WNI, surat pernyataan yang dikeluarkan oleh kelurahan dan kecamatan
  • Untuk WNA, surat akta yang dibuatkan oleh notaris.

Demikianlah dengan ulasan ini tentang permasalahan jual tanah warisan. Jadi silahkan melakukan akta jual beli yang ditanda tangani oleh seluruh ahli waris yang ada. Jika berhalangan untuk hadir, bisa menggunakan surat kuasa untuk menandatanganinya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat Tanah Watisan Dengan Mudah Dan Aman

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *