Cara Membuat Sertifikat Jual Beli Tanah

Tentunya hal ini sangat merugikan, terutama bagi orang yang sudah terlanjur membangun rumah diatas bidang tanah tersebut. Oleh karena itu, untuk kalian harus membuat surat sertifikat tanah agar dapat menunjukkan hak atas nama tersebut. Berikut adalah beberapa cara untuk membuat sertifikat jual beli tanah baik berupa surat warisan dll.

1. membuat surat bebas sengketa dari kelurahan

Jika kita memiliki tanah atau berencana membeli tanah, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengecek status kepemilikan bisa di vadan pertanahan, serta juga bisa di kantor kelurahan. Biasa data-data wilayah tempat tanah tersebut terdapat dikantor kelurahan. Jika kondisi tanah sudah diketahui, maka ajukanlah permohonan bebas sengketa sesuai dengan keterangan dari pemilik tanah sebelumnya serta dicocokkan dengan data dikantor kelurahan.

Pada surat ini sebaiknya dibubuhi tanda tangan dari pihak saksi seperti dari pihak Rukun Warga (RW), Pihak Rukun Tetangga (RT) atau pihak lain yang memungkinkan menjadi saksi dalam pembuatan surat keterangan ini.

2. membuat surat keterangan riwayat tanah dari kelurahan

Setelah kita mengetahui tentang perihal tanah yang dibeli atau dimiliki, maka sebaiknya kita meminta dari pihak kantor kelurahan untuk membuatkan surat keterangan riwayat tanah. Dari sini akan jelas keterangan mengenai riawayat serta bagaimana tanah tersebut beralih pihak.

3. membuat surat keterangan riwayat tanah dari kelurahan

Surat terakhir yang perlu dibuat di kantor kelurahan adalah membuat surat keterangan kuasa tanah. Dengan membuat ini, akan jelas bahwa tanah yang kita beli telah diberi hak kuasa dari pembeli kepada kita. Selain itu, sebagai pihak yang menerbitkan surat ini, tentu akan menjadi keterangan bahwa dari pihak kelurahan sudah mengetahui perihal tentang jual beli tanah tersebut. Adanya surat kuasa ini, bukan berarti posisi pembeli sebgai pemilik sudah kuat, namun surat ini bisa dijadikan berkas atau arsip dalam kepengurusan hak milik. Pada surat ini akan dicantumkan kapan tanah tersebut dikuasakan.

4. menyiapkan berkas atau dokumen yang mungkin diperlukan

Sebelum menuju ke kantor pertanahan untuk melakukan permohonan pembuatan sertifikat, Sebaiknya kita lebih dulu menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan, sehingga nantinya tidak akan membutuhkan waktu dalam proses persiapan pembuatan berkasnya. Ada beberapa persyaratan berkas atau dokumen yang harus disiapkan, seperti Sertifikat asli hak guna bangunan, Bukti SSp/PPh, Fotocopy izin mendirikan bangunan (IMB), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak bumi bangunan (PBB), Surat pernyataan kepemilikan lahan, Identitas diri yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu keluarga (KK).

5. bekerja sama dengan pertugas PPATatau ke kantor pertanahan

Setelah seluruh berkas siap dan terpenuhi, maka kita siap untuk melakukan proses pengajuan permohonan sertifikat. Jika kita masih bingung ke kantor pertanahan, maka kita bisa meminta bantuan atau jasa dari pihak PPAT.

Biasanya dengan meminta jasa bantuan dari pihak PPAT, kelengkapan berkas kita akan dilihat lagi apakah sudah melengkapi persyaratan atau belum. Jika berkas belum, maka dari pihak PPAT biasanya akan memberitahukan lagi kepada kita berkas apa saja yang belum ada, agar kita bisa menyiapkannya kembali sebelum ke kantor badan pertanahan.

6. pengajuan formulir

Setelah persyaratan disiapkan maka kita bisa mengunjungi kantor BPN untuk mengambil formulir pandaftaran sehingga bila telah dilengkapi, maka petubas BPN akan mulai dapat melakukan pengunkuran pada tanah. Kantor BPN yang dikunjungi sendiri merupakan kantor yang memegang hak atas wilayah tanah yang kita ingin ajukan pembuatan sertifikatnya tersebut.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *