Cara Membeli Tanah Yang Aman Dan Lengkap

Tanah adalah salah satu bentuk investasi yang paling menguntungkan atau harta yang tidak pernah bergerak. Tanah juga sangat banyak dimonati olah orang-orang dan tanah juga disebut harta yang paling menguntungkan. pasalnya harga tanah akan semakin naik dari hari ke hari. Sebagai contoh jika anda membeli tanah sekarang dan anda menjualnya 2-5 tahun kemudian, dijamin harganya akan berlipat ganda dari harga saat anda membeli. Si empunya tanah hanya harus membayar pajak setiap tahun dan jumlahnya pun terbilang kecil, tergantung wilayah masing-masing.

Saat ini sangat banyak kasus persengketaan lahan / tanah yang pada akhirny akan merugikan anda sendiri. Tentu anda tidak ingin tanah yang anda beli ternyata bermasalah lain. Dan maka itu untuk anda yang ingin membeli tanah yang aman dan lengkap, anda harus membaca tips yang ada di bawah ini

1. Cek kondisi tanah

Tanah yang hendak anda beli sebaiknya dicek terlebih dahulu, baik kontur tanahnya maupun potensi tanahnya. Jika tanah tersebut termasuk tanah bergerak maka sebaiknya anda mencari tanah di lokasi lain karena tanah yang bergerak tidak baik jika dibangun rumah di atasnya. Selain itu lihatlah dulu lokasi tanahnya, apakah strategis atau tidak. Semakin strategis lokasinya maka keuntungan anda akan semakin berlipat. Jika di pinggir jalan, maka pastikan bahwa tanah tersebut tidak masuk dalam rencana pelebaran jalan atau kemungkinan buruk lain.

2. Memeriksa surat-surat tanahnya

Sebelum anda membeli tanah pastikan bahwa surat-surat tanahnya masih lengkap dan absah, termasuk juga kepemilikannya. Jika tanah tersebut sudah bersertifikat maka periksalah apakah sertifikat tersebut sudah berpindah tangan atau belum, caranya dengan  meminta SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) di kantor kelurahan setempat. Dan usahakan sertifikat tanah atas nama penjual tanah itu sendiri agar lebih mudah prosesnya. Tetapi jika tanah tersebut belum bersertifikat dan masih berupa girik sebaiknya anda memeriksa keabsahan bukti kepemilikannya, apakah valid atau tidak. Anda bisa meminta bantuan kepada petugas kelurahan atu kecamatan setempat. Selain itu lihat juga batasan-batasan tanah yang jelas, dengan cara meminta bantuan kepada PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pemeriksaan surat-surat tanah wajib anda lakukan agar anda tidak mendapatkan masalah di kemudian hari.

3. Pemeriksaan oleh PPAT

Untuk memastikan keabsahan sertifikat tanah yang akan anda beli, gunakanlah jasa PPAT untuk memeriksanya. PPAT akan memeriksa keaslian sertifikat tanah tersebut ke BPN ( Badan Pertanahan Nasional). Tujuannya adalah untuk memastikan apakah sertifikat itu asli atau tidak, sedang dijaminkan atau tidak, atau mungkin dalam sengketa. Nah, jika diketahui sertikat tersebut ternyata bermasalah maka PPAT akan / seharusnya menolak AJB ( Akta Jual Beli) tanah.

4. Membuat AJB oleh PPAT

Jika sertifikat tanah dinyatakan absah / tidak bermasalah dalam hal apapun maka selanjutnya adalah membuat AJB oleh PPAT. Untuk membuat Akta Jual Beli (AJB) biasanya dibutuhkan syarat-syarat berikut:

  • Surat pembayaran PBB (Pajak Bumi Dan Bangunan) selama 5 tahun terakhir.
  • Sertifikat tanah untuk pengecehan tanah ke badan pertahanan dan untuk keperluan balik nama
  • Jika masih dibebani hak tanggungan atau hipotik harus ada surat roya dari bersangkutam.

5. Balik nama sertifikat tanah

Setelah PPAT selesai membuat AJB, maka PPAT kemudian menyerahkan berkas AJB tersebut ke BPN untuk mengurus balik nama sertifikat tanah yang dibeli. Peyerahan berkas untuk balik nama selambat-lambatnya 7 hari setelah penandatanganan AJB agar segera diproses. Biasanya 2 minggu setelah penandatanganan tersebut pembeli akan segera mendapatkan sertifikat baru atas nama yang baru pula (nama pembeli). Beberapa syarat / berkas yang diserahkan untuk membalik nama sertifikat adalah sebagai berikut :

Surat permohonan balik nama dengan ditandatangani oleh pembeli

  • Akta jual bel, sertifikat
  • Ktp pembelidan penjual
  • Bukti pelunasan pembayaran PPh
  • Bukti pelunasan Pembayaran BPHTB

6. mengurus pajak

Untuk pembayaran pajak akan melalui PPAT, namun anda dapat jual membayarnya sendiri. Untuk BPHTB, yang semula dibayarkan kepada negara, sekarang harus membayar kepada pemerintahan daerah melalui dipenda ( dinas pendapatan daerah).

Nah,bagi anda yang berencana atau akan membeli tanah maka sebaiknya anda perhatikan tips-tips di atas agar aman dan tidak bermasalah. Permasalahan sengketa lahan bisa anda antisipasi dari awal, salah satunya dengan melakukan jual beli tanah dengan teliti dan hati-hati. Hindarilah jual beli tanah yang sedang disengketakan, dan jangan terburu-buru membeli tanah.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *