Cara Jual Beli Tanah Warisan Dengan Aman

2 Agustus 2018

Cara Jual Beli Tanah Warisan Dengan Aman

Jual beli tanah warisan adalah cara yang sangat mudah untuk dilakukan tetapi anda memerlukan waktu yang cukup lama, tetapi perbedaannya hanya pembayaran pajak yang dibebankan kepafda penjual karena jual beli tanah tersebut. Dalam proses jual beli tanah ada juga orang yang tercantum di sertifikat tanah hadir untuk menandatangani akta jual beli. Kali ini jual beli tanah warisan dilakukan penjual yang merupakan ahli waris dari seorang yang telah meninggal dunia. Untuk itu, akan ada kewajiban membayar pajak waris.

Ahli waris yang ada akan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Waris (SKW). Untuk WNI asli, SKW dibuat di bawah tangan dengan ditandatangani oleh dua orang saksi dan disahkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat setempat. Sementara itu, untuk WNI keturunan Tionghoa dan Eropa, SKW dibuat dengan akta notaris dan untuk Warga Negara Indonesia keturunan Timur Asing, seperti Arab dan India SKW dibuat oleh Balai Harta Peninggalan.

Berikut Hal ini bisa terjadi jika pewaris merupakan orang dengan tingkatan yang sudah jauh secara vertikal dalam hubungan kekeluargaan.

  • Dalam Hal Ahli Waris Tinggal Di Lokasi Yang Berjauhan

Apabila ahli waris tinggal di lokasi yang berjauhan dengan objek tanah, untuk menandatangani akta jual beli bisa memberikan kuasa untuk menjual berupa akta notaris atau legalisasi kepada salah seorang ahli waris lainnya. Akta kuasa untuk menjual bisa dibuat di hadapan notaris tempat si ahli waris berada. Kuasa untuk menjual ini tidak bisa dibuat di bawah tangan saja.

  • Dalam Hal Sertifikat Atas Nama Suami, Tapi Yang Meninggal

Sertifikat atas nama suami, tapi yang meninggal istri, sertifikat tersebut tidak perlu dibalik-nama ke seluruh ahli waris. Akan tetapi, bisa saja dilakukan karena tidak ada aturan yang melarang jika pemegang hak ingin membalik-nama sertifikat tersebut ke atas nama seluruh ahli waris. Beberapa kantor pertanahan mewajibkan permohonan juga menyertakan pernyataan besaran dalam persentase masing-masing hak ahli waris.

  • Penghitungan Pajak-pajak Dalam Proses Jual Beli Tanah dan Warisan

1. BPHTB Waris

Walaupun dalam proses jual beli tidak ada balik nama ke atas nama ahli waris namun dalam praktiknya tetap dianggap sebagai perolehan hak oleh ahli waris, sehingga ahli waris dikenakan BPHTB dengan perhitungan sebagai berikut:

{5% (NJOP – NJOPTKP)} x 50%

NJOP : Nilai Jual Objek Pajak

NJOPTKP : Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak

Nilai NJOPTKP berbeda untuk masing-masing daerah, sebagai contoh NJOPTKP untuk DKI Jakarta Rp300 juta.

2. Pajak Penghasilan (PPH)

Sebagai pihak yang menjual atau memperoleh penghasilan dalam suatu perbuatan hukum maka ahli waris diwajibkan membayar PPH.

Besarnya PPH yang harus dibayarkan:

5% x Harga Transaksi/NJOP (mana yang lebih besar)

3. BPHTB Pembeli

Besarnya BPHTB pembeli dihitung seperti proses jual beli biasa, yaitu:

{5% (NJOP – NJOPTKP)}

Nilai NJOPTKP berbeda untuk masing-masing daerah, sebagai contoh NJOPTKP untuk DKI Jakarta Rp. 80 juta. Untuk daerah lain besarnya NJOPTKP berbeda, bisa diketahui dengan menanyakan ke PPAT setempat.

  • Dalam hal seluruh ahli waris sepakat untuk memberikan tanah warisan tersebut kepada salah seorang ahli waris

Jika salah seorang ahli waris ingin memperoleh tanah warisan tersebut secara penuh, harus dilakukan terlebih dahulu balik nama ke seluruh ahli waris dan kemudian dibuatkan akta Pembagian Hak Bersama (APHB) di PPAT.

Atas perolehan hak oleh salah seorang ahli waris tersebut, penerima hak diwajibkan membayar BPHTB dan PPH secara proporsional. Berdasarkan APHB bisa diajukan balik nama ke Kantor Pertanahan oleh PPAT dan jika proses balik nama selesai sertifikat akan timbul atas nama salah seorang ahli waris penerima hak sesuai dengan APHB.

Untuk anda yang ingin menjual atau membeli tanah warisan dengan mudah dan aman anda bisa melakukan dengan cara yang ada di atas dimana anda bisa menyiapkan surat-surat tanah. Demikian dengan artikel ini dapat memberikan sedikit pengetahuan tentang jual beli tanah.

Baca juga:

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *