6 Tipe Tanah Kavling

20 Agustus 2018

Setelah tahu patokan dalam memilih tanah, pertimbangan lainnya adalah melihat tipe tanah kavling yang sesuai dengan letak dan posisinya terhadap lingkungan sekitar. Dalam buku “Menjadi Kaya melalui Properti” karya pengamat properti Panangian Simanungkalit, dibeberkan enam tipe tanah kavling.

1. Tipe kuldesak

Tipe kavling ini lokasinya di ujung jalan buntu. Sedangkan ke bagian belakang makin melebar. Terbilang cocok dibangun rumah tinggal meski nilai minusnya adalah area depannya sempit untuk lahan parkir.

2. Tipe interior lot

Tipe tanah kavling ini berada di tengah-tengah perumahan. Minusnya hanya memiliki satu pandang ke depan saja tapi bagus dari segi keamanan.

3. Tipe corner lot

Sebutan lainnya adalah tanah hook atau di sudut. Lantaran di sudut, biasanya ada kelebihan tanah. Biasanya tipe kavling tanah ini banyak dimanfaatkan untuk bangunan komersial karena muka bangunan lebih luas.

4. Tipe intersection lot

Disebut juga sebagai tipe tanah tusuk sate. Nilai plusnya ada di pandanganya yang luas tapi dinilai kurang aman dari segi keamanan.

5. Tipe key lot

Tanah tipe ini berlokasi di tengah-tengah yang mengunci bangunan di sekelilingnya. Nilai lebihnya ada pada bentuknya yang memanjang ke belakang dengan area parkir yang luas.

6. Tipe flag lot

Dari istilahnya bisa ditebak bentuknya seperi bendera. Mirip huruf L. tipe kavling ini tak cocok didirikan bangunan komersial.

Setelah tahu patokan apa saja yang menjadi pertimbangan, sekarang saatnya berburu lokasi tanah dengan harga terbaik. Terbaik di sini pengertiannya lebih miring. Paling rasional mengincar lokasi tanah di pinggiran Jakarta.

Memaksakan incar tanah di Jakarta mesti punya modal supergede. Sebut saja harga tanah di kawasan Kebon Jeruk dan Puri di Jakarta Barat sudah menembus Rp 35 juta per meter persegi. Lebih-lebih di kawasan Karet, Jakarta Pusat, yang menyentuh Rp 50 juta per meter persegi.

Lokasi tanah di pinggiran Jakarta pun juga menarik sebagai investasi. Sudah pasti harga tanah di sekitaran Jabodetabek bakal merangkak naik dengan persentase kenaikan yang bervariasi. Ada empat alasannya, yaitu sudah terbangunnya jalan tol dan kereta api, ada hypermart, ada saran pendidikan, dan adanya rumah sakit besar.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *